Berita Internasional

Mencoba Hindari Polisi, Petani Ganja Malah Tewas Tergilas Buldoser

Seorang petani ganja di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat tewas tergilas buldoser saat bersembunyi dari kejaran aparat pemerintah.

Mencoba Hindari Polisi, Petani Ganja Malah Tewas Tergilas Buldoser
KOMPAS.com/Thinkstock
Buldoser 

POS-KUPANG.COM | PHILADEPHIA - Seorang petani ganja di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat tewas tergilas buldoser saat bersembunyi dari kejaran aparat pemerintah.

Gregory A Longenecker tewas mengenaskan ketika pemerintah menggunakan buldoseruntuk memusnahkan ladang ganja yang berada di atas tanah milik negara itu.

Polisi negara bagian yang melakukan tugasnya tidak mengetahui pria berusia 51 tahun itu merangkak ke bawah buldoseruntuk bersembunyi dari kejaran polisi.

Baca: Desa di Selandia Baru Bakal Larang Warganya Pelihara Kucing

Alat berat itu sempat mogok sebelum pengemudinya berhasil kembali menghidupkan mesin dan menjalankan buldoseritu dengan perlahan pada sudut 45 derajat.

Tanpa diduga, saat itulah alat berat tersebut menggilas Gregory hingga tewas. Jaksa wilayah John Adams mengatakan, operasi pencarian yang dilakukan polisi sudah sesuai prosedur dan digelar dengan cara yang paling aman.

Kepada stasiun televisi WGAL Adams menegaskan, tewasnya Gregory Longenecker merupakan sebuah kecelakaan murni.

"Sungguh disayangkan ada korban jiwa jatuh dan kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mendiang," kata Adams.

"Namun, saya tetap mendukung operasi yang digelar kepolisian negara bagian Pennsylvania," tambah Adams.

Gregory dan seorang temannya, David B Light (54) diduga menanam sekitar 10 pohon ganja di tanah tersebut ketika seorang pegawai pemerintah yang mengemudikan buldosermelihat mobil mereka parkir di tempat itu pada 9 Juli lalu.

Penemuan mobil itu menimbulkan kecurigaan Pennsylvania Game Commission, sebuah lembaga negara bagian yang bertanggung jawab atas konservasi dan manajemen lingkungan hidup.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved