Berita Sumba Barat Daya

Kadis Pariwisata SBD, Bangun Koordinasi Dengan Tokoh Kampung Cegah Pungli Di Lokasi Wisata

Dinas Pariwisata Sumba Barat Daya membangun koordinasi dengan tokoh kampung untuk membantu menjaga keamanan wisatawan yang berkunjung ke obyek

Kadis Pariwisata SBD, Bangun Koordinasi Dengan Tokoh Kampung Cegah Pungli Di Lokasi Wisata
POS KUPANG/PETRUS PITER
Kadis Pariwisata SBD, Christofel Horo, S.H 

Laporan Wartawan Pos-kupang.com, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA --Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya, Christofel Horo, S.H, mengatakan, pihaknya terus membangun koordinasi dengan tokoh kampung untuk membantu menjaga keamanan wisatawan yang berkunjung ke suatu obyek wisata di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Hal itu untuk mencegah terjadinya pungutan liar (pungli) terhadal para wisatawan yang berkunjung ke lokasi obyek wisata itu. Kondisi itu pula menyebabkan wisatawan merasa kurang nyama selama berada di lokasi obyek wisata tersebut.

Baca: Polres Ende Serahkan Bantuan Pupuk Untuk Kelompok Tani

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya, Christofel Horo, S.H menyampaikan hal itu ketika dikonfimasi tentang adanya keluhan sejumlah wisatawan atas pungutan liar saat berkunjung ke beberapa obyek wisata di SBD di Tambolaka, SBD, Kamis (30/8/2018).

Menurutnya, saat ini sedang membangun koordinasi dengan tokoh kampung, tokoh adat dan instansi terkait lainnya untuk menggodok peraturan bersama termasuk penarikan tarif masuk bagi wisatawan berkunjung ke suatu obyek wisata di SBD. Peraturan tersebut tentu tidak bertentangan dengan peraturan negara (nasional).

Pihaknya sedang memikirkan pengenaan tarif hanya melalui satu pintu saja demi mencegah adanya pungutan liar sebagaimana keluhan wisatawan selama ini.

Ia mengaku, sesungguhnya pemerintah telah berupaya membangun koordinasi dengan masyarakat setempat untuk menjaga keamanan bersama agar wisatawan merasa nyaman. Sayangnya kadangkalah, peristiwa serupa kembali terjadi.
Karenanya ke depan tetap membangun koordinasi dengan tokoh kampung, tokoh adat dan instansi terkait membahas dan menetapkan peraturan bersama demi kenyamanan bersama berkunjung ke suatu obyek di SBD.

Ia optimis bila peraturan tersebut berlaku maka wisatawan akan semakin banyak berkunjung. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help