Berita Pahlawan dari Perbatasan

Johny Kala Pemanjat Tiang Bendera Segera Miliki Rumah Baru, Hari ini Rumahnya Dibongkar

Johny Kala Bocah Pemanjat Tiang Bendera Segera Miliki Rumah Baru, Hari ini Rumahnya Dibongkar Aparat Gabungan

Johny Kala Pemanjat Tiang Bendera Segera Miliki Rumah Baru, Hari ini Rumahnya Dibongkar
Foto Polres Belu untuk POS-KUPANG.COM
pembongkaran rumah Johny Kala oleh aparat gabungan TNI-Polri Belu 

Lima orang kakaknya sudah berkeluarga dan tinggal di rumah sendiri namun sehari-hari bekerja sebagai petani tani dan kadang sebagai tukang ojek.

Saat ini, Jhony dan Kakak nomor tujuh Longginus Manek (17) SMP Kelas III, Kakak Nomor enam, Joaqino Carvalho Marcal SMA Kelas III (20) tinggal bersama kedua orang tua Bapak Victorino Fahik Marchal dan Ibu Lorensa Gama.

Untuk diketahui, bapak Johny yakni Victorino Fahik Marchal adalah seorang komandan peleton (danton) salah satu organisasi Pasukan Pejuang Integrasi yakni Besi Merah Putih (BMP) ketika masih di Balibo, Timor Leste.

Kini, mereka tinggal di Dusun Halimuti, RT 12, RW 05, Desa Silawan.

Mereka tinggal di lahan sendiri beli saat mengungsi tahun 1999 ukuran 25 X 40 meter. Sedangkan rumah yang mereka tempati adalah rumah bantuan pemerintah indonesia sejak tahun 2005/2006.

Selama ini sejak tiga tahun terakhir, Bapaknya Johny tidak kerja karena menderita Asma.

Sedangkan Ibunya yang bekerja dan pada musim asam, kumpul/petik asam lalu jual (timbang), jual kayu kering/kayu bakar dan bakar/jual roti (paung) dibantu Jhony.

"Sebelum ke sekolah, Jhony jual roti paung dulu, setelah pulang sekolah Jhony ke hutan untuk cari dan petik Asam," kisah Mariano mengutip penuturan Siqito.

Mariano berharap, puja-puji yang dilantunkan terhadap aksi heroik ini tidak sebatas euforia saja tetapi dibarengi aksi nyata dan niat tulus untuk memperbaiki kesejahteraan keluarga Johny dan juga memperharikan nasib para warga Indonesia kelahiran Timor-Timur yang hingga kini masih menderita.

Sebelumnya diberitakan, upacara Bendera peringatan HUT ke-73 RI di Perbatasan Negara RI-Timor Leste menyisahkan ceritera tersendiri.

Betapa tidak, upacara bendera yang berjalan khidmat justru diwarnai sebuah insiden putusnya tali bendera.

Buntutnya, seorang bocah SMP harus memanjat tiang bendera sepanjang belasan meter untuk mengambil talinya untuk dikaitkan ke bendera.

Aksi nekat sang bocah ini diabadikan seorang warga yang juga staf pada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Pos Lintas Batas Negara Terpadu (PLBN) Motaain saat upacara berlangsung.

Videonya menjadi viral setelah diposting akun FB bernama Ika Silalahi dan dibagikan puluhan ribu kali. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help