Berita Kabupaten Lembata

Hama Tikus Serang Anak Ayam Lalu Makan Hati dan Jantungnya

Saat ini warga yang beternak ayam di Lewoleba, Kabupaten Lembata, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat gelisah

Hama Tikus Serang Anak Ayam Lalu Makan Hati dan Jantungnya
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Rofinus Roning

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Saat ini warga yang beternak ayam di Lewoleba, Kabupaten Lembata, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat gelisah. Pasalnya anak ayam yang dipelihara, umumnya mati diserang tikus. Uniknya, adalah setelah memangsai anak ayam tersebut, predator itu hanya makan hati dan jantungnya. Sedangkan dagingnya tidak.

Adalah Rofinus Roning, Hendrikus Bernadus Gilo Kedang dan sejumlah warga lainnya mengungkapkan hal tersebut, ketika ditemui Pos Kupang secara terpisah, Rabu dan Kamis (29-30/8/2018). Mereka ditemui menyusul adanya kejadian aneh di Lewoleba belakangan ini, dimana tikus memangsai anak-anak ayam dan yang dimakan hanya hati dan jantungnya. Sedangkan usus dan dagingnya tidak.

Rofinus Roning menuturkan, selama ini ia menyibukkan diri dengan beternak ayam buras. Awalnya ia membeli sepasang ayam buras kemudian memeliharanya sampai bertelur dan menetaskan beberapa ekor anak ayam.

Selang beberapa minggu kemudian setelah anak ayam itu tumbuh besar, ungkap Rofinus, hal aneh datang menerpa. Anak-anak ayam tersebut mati dengan kondisi yang cukup mengenaskan.

Tubuh anak ayam itu utuh tetapi hati dan jantungnya hilang. Isi perut ayam itu terburai keluar dan sebagiannya tercecer di luar kandang. Ketika ia coba menelusurinya ternyata usus anak ayam tersebut tercecer menuju lubang-lubang tikus.

Mulanya, ungkap Rofinus, ia tak menyangka kalau tikus yang memangsai anak-anak ayam tersebut. Namun kasusnya terulang dari hari ke hari, sampai semua anak ayam yang dipeliharanya, mati dengan kondisi yang sama.

Akhirnya, lanjut dia, ia coba menyumbat lubang-lubang yang dicurigai sebagai rumah tikus itu. Awalnya, usaha itu bisa memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Tikus tak lagi menyerang anak ayam yang lain untuk beberapa saat lamanya.

Namun tak lama kemudian, lanjut Rofinus, kasusnya terulang lagi. Anak-anak ayam yang dipeliharanya mati dengan kondisi yang sama. Bahkan ada beberapa kasus diantaranya, anak ayam itu mati dengan kondisi lehernya putus.

Uniknya, adalah kepala ayam yang sudah terpisah dari lehernya itu tidak dimakan. Dan yang dimakan habis, adalah hati dan jantungnya. Tikus itu hanya memangsa anak ayam saja. Anak ayam yang disasar hanyalah ayam buras. Sedangkan ayam petelur dan ayam pedaging tidak.

Tikus juga sama sekali tidak menyerang dan memangsai ayam yang sudah besar. Hal ini mungkin karena tikus takut lantaran ketika hendak menyerang ayam dewasa, justeru tikus itu mendapat perlawanan.

"Sekarang ini hampir semua masyarakat di Lewoleba yang memelihara ayam buras, pasti mengeluhkan masalah ini. Anak-anak ayam pasti diserang tikus. Biar anak ayam diamankan di dalam kandang berdinding kawat kecil pun, tikus tetap menyerang. Kami juga bingung dengan keadaan ini," ujar Rofinus dibenarkan warga lainnya ketika ditemui Pos Kupang.Com secara terpisah. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved