Berita Nasional

Figur Jokowi Bikin Banyak Politisi Beralih Dukungan

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, banyaknya politisi yang memilih mendukung Jokowi sebagai calon presiden terjadi secara alami.

Figur Jokowi Bikin Banyak Politisi Beralih Dukungan
KOMPAS.com/Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan
Presiden Joko Widodo saat berpidato di Sidang Tahunan MPR RI 2018 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, banyaknya politisi yang akhirnya memilih mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden terjadi secara alami.

Hasto membantah ada bujukan atau permintaan dari partai pendukung kepada kader partai di luar koalisi.

"Ya, sebenarnya karena kepemimpinan Pak Jokowi yang menyatukan, yang merangkul. Bahkan, mereka yang berteriak lantang ke Pak Jokowi pun dirangkul," ujar Hasto saat ditemui di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Baca: Sore Ini, Bawaslu Putuskan Kelanjutan Kasus Dugaan Mahar Politik Sandiaga

Menurut Hasto, figur Jokowi dalam berpolitik sangat sesuai dengan Pancasila, yakni mengedepankan persatuan Indonesia. Kemampuan Jokowi dalam berkomunikasi dinilai layak dianggap sebagai pemimpin yang mampu menyatukan berbagai pandangan yang berbeda.

Dengan demikian, menurut Hasto, banyak politisi yang tadinya tidak mendukung, mengubah arah politik dan mendukung Jokowi pada pemilihan presiden 2019.

Sebelumnya, sejumlah kader partai politik koalisi pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, memilih untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Salah satunya adalah politisi Partai Demokrat, Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB). Terakhir, politisi Demokrat, Deddy Mizwar dikabarkan menjadi salah satu juru bicara pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widdo-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019.

Deddy membenarkan ada permintaan terhadap dirinya. Meski demikian, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut mengaku, belum memutuskan apakah akan menerima tawaran itu atau tidak. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved