Berita Nasional

Dua Tersangka Kasus Suap RAPBN-P 2018 Segera Disidang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara 2 tersangka kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah

Dua Tersangka Kasus Suap RAPBN-P 2018 Segera Disidang
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARS
Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai Demokrat, Amin Santono, mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan pasca-operasi tangkap tangan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/5/2018) dini hari. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara 2 tersangka kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada Rancangan APBN-Perubahan Tahun Anggaran 2018 ke tingkat penuntutan.

Dua tersangka itu adalah anggota Komisi XI DPR Amin Santono dan konsultan Eka Kamaludin.

"Hari ini, Kamis 30 Agustus 2018 dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dua tersangka tindak pidana korupsi suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018, ke penuntutan tahap dua," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/8/2018).

Baca: Menpan RB Setujui Angkat 100.000 Guru PNS Baru, Honorer Jadi Prioritas

Sidang rencananya akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sejak keduanya ditetapkan sebagai tersangka, KPK telah memeriksa 43 saksi.

Adapun unsur saksi melibatkan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Direktur Dana Perimbangan Kementerian Keuangan, Sekretaris Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan serta pegawai negeri sipil dari berbagai pemerintah kabupaten dan kota, seperti Pagar Alam, Labuhanbatu Utara, Seram Timur, Kampar, Sumedang, Majalengka, dan lain-lain.

Selain itu terdapat unsur saksi dari anggota DPR, DPRD, kepala daerah, politisi, dosen hingga pihak swasta.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan anggota DPR Komisi XI Amin Santono dan pejabat nonaktif Kemenkeu Yaya Purnomo sebagai tersangka.

KPK juga menetapkan dua orang sebagai tersangka yaitu Eka Kamaludin dan Ahmad Ghiast. Eka diketahui merupakan pihak swasta yang berperan sebagai perantara.

Adapun, Ahmad berstatus sebagai swasta atau kontraktor. Ahmad diduga sebagai pemberi uang. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help