Berita Internasional

Diduga Korupsi, Delapan Mantan Agen Intelijen Malaysia Ditangkap

Sekelompok mantan agen dinas intelijen Malaysia, termasuk ketuanya, kini tengah diperiksa terkait penyalahgunaan dana pemerintah.

Diduga Korupsi, Delapan Mantan Agen Intelijen Malaysia Ditangkap
KOMPAS.com/Wikipedia
Lambang Komisi Anti-Korupsi Malaysia. 

POS-KUPANG.COM | KUALA LUMPUR - Sekelompok mantan agen dinas intelijen Malaysia, termasuk ketuanya, kini tengah diperiksa terkait penyalahgunaan dana pemerintah.

Demikian disampaikan seorang anggota senior Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC), Kamis (30/8/2018).

Investigasi yang dilakukan MACC ini adalah bagian dari pembersihan yang dilakukan pemerintahan PM Mahathir Mohamad terhadap dugaan korupsi yang dilakukan sang pendahulu, Najib Razak.

Baca: Buron 6 Tahun, Terduga Kasus Korupsi Ditangkap KPK Seusai Pulang Haji

Awal pekan ini, MACC menangkap delapan mantan pejabat Dinas Intelijen Luar Negeri Malaysia (MEIO), termasuk sang mantan ketua Hasanah Abdul Hamid.

Mereka dicurigai menyalahgunakan anggaran negara sebesar 12 juta dolar AS atau sekitar Rp 176, 7 miliar.

"Kami mencoba mengungkap kemungkinan penyalahgunaan yang dilakuan para pejabat ini dan penyalahgunaan anggaran yang kami yakin adalah dana pemerintah," kata deputi komisioner MACC bidang operasi, Azam Baki.

Sebelumnya, penyidik MACC menyita uang tunai sebanyak 6,5 juta dolar dari berbagai lokasi termasuk markas besar MEIO di kantor perdana menteri di Putrajaya, ibu kota administratif Malaysia.

Azam menambahkan, MACC juga menangkap seorang pengusaha Malaysia yang berstatus permanent residence di Inggris. "Investigasi masih terus berlangsung untuk mencari sisa dana ini," lanjut Azam.

Azam menambahkan, MACC masih menyelidiki asal usul dana tersebut tetapi tidak menepis kemungkinan uang tersebut terkait dengan uang miliaran dolar yang digelapkan dari perusahaan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Uang itu diyakini masuk ke Malaysia dari negara lain. Namun, Azam menolak untuk menyebutkan negara tempat uang itu sempat mampir.

Saat ini, pemerintah di enam negara termasuk Swiss dan Amerika Serikat sedang melakukan investigasi terkait hilangnya uang miliaran dolar dari 1MDB yang didirikan Najib pada 2009.

Departemen Kehakiman AS mengatakan lebih dari 4,5 miliar dolar AS dana tersebut telah disalahgunakan. Sebagian uang tersebut digunakan untuk membeli jet pribadi, perahu layar, lukisan karya Picasso, perhiasan, dan properti. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved