Berita Asian Games 2018

7 Hal yang Bisa Dipetik dari Perjuangan Para Peraih Medali Emas Asian Games 2018

Hingga Kamis (30/8/2018), Indonesia telah mendapatkan 30 emas, 22 perak, dan 37 perunggu.

7 Hal yang Bisa Dipetik dari Perjuangan Para Peraih Medali Emas Asian Games 2018
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Sebagian atlet Indonesia peraih medali emas Asian Games 2018. 

POS-KUPANG.COM - Hasil tak akan mengkhianati usaha. Demikian pula yang diraih para atlet peraih medali pada Asian Games 2018.

Medali dalam genggaman mereka saat ini merupakan hasil dari sebuah perjalanan dan perjuangan panjang.

Bahkan, dengan pengorbanan. Di Asian Games 2018, Indonesia mencatatkan prestasi terbaiknya sepanjang sejarah mengikuti ajang olahraga se-Asia ini. Hingga Kamis (30/8/2018), Indonesia telah mendapatkan 30 emas, 22 perak, dan 37 perunggu.

Mereka, para peraih medali, adalah para juara. Apa saja yang bisa kita pelajari dari perjalanan dan perjuangan para juara ini?

1. Defia Rosmaniar

Taekwondoin putri Indonesia, Defia Rosmaniar menggigit medali emas yang diraihnya atas kemenangan di poomsae tunggal putri pertandingan Taekwondo di Asian Games 2018, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (19/8).
Taekwondoin putri Indonesia, Defia Rosmaniar menggigit medali emas yang diraihnya atas kemenangan di poomsae tunggal putri pertandingan Taekwondo di Asian Games 2018, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (19/8). (ANTARA FOTO/INASGOC/Sunyoto/inp/18)

Defia Rosmaniar adalah atlet taekwondo yang mempersembahkan medali emas pertama untuk Indonesia pada Asian Games 2018. Ia telah menggeluti olahraga ini sejak usia 13 tahun.

Berbagai medali telah diraihnya dari berbagai kejuaraan. Menuju Asian Games 2018, Defia bertekad, emas harus diraih.

Tekad tersebut ia buktikan dengan prestasi gemilangnya. Tangis bahagia terlihat saat Defia berhasil mempersembahkan emas pertamanya di Asian Games. Hasil yang diraih Defia bukan tanpa air mata.

Sejumlah kisah mengiringi perjalanannya. Salah satunya saat sang ayah berpulang ketika Defia tengah menjalani pelatihan di Korea.

Defia tak bisa mengikuti pemakaman ayahnya. Namun, ia tak patah semangat.

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved