Berita Nasional

Waketum PAN Sebut Dugaan Mahar Politik Sandiaga Isu Basi

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Hanafi Rais sebut isu mahar politik Sandiaga Uno sebagai isu basi.

Waketum PAN Sebut Dugaan Mahar Politik Sandiaga Isu Basi
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais, saat ditemui di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/1/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Hanafi Rais mengatakan, tudingan mahar politik yang disebut-sebut diberikan bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno kepada PAN dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan isu basi.

Ia menyebut, sudah kadaluwarsa jika membahas sikap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief yang tak pernah memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai saksi dari kasus dugaan mahar politik tersebut.

"Itu isu basi," kata Hanafi saat ditemui di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018).

Baca: PAN Tak Khawatir jika Deddy Mizwar Jadi Jubir Jokowi-Maruf

Hanafi juga mempersilakan Bawaslu untuk bekerja sesuai aturan. "Dan kalau Bawaslu punya mekanisme sendiri ya silahkan, kita ikuti aturan aja," lanjutnya.

Sebelumnya, Andi Arief membuat pernyataan di Twitter yang menuai kehebohan publik, Rabu (8/8/2018) malam. Saat itu, ia menyebut Prabowo Subianto merupakan seorang "jenderal kardus".

Sebutan itu dilontarkan Andi setelah dia menuding Prabowo akan menjadikan Sandiaga Uno sebagai cawapres karena Wakil Gubernur DKI Jakarta itu memberikan uang Rp 500 miliar masing-masing untuk dua partai koalisi Gerindra, yakni PAN dan PKS.

Andi mengaku diperintah partainya untuk bicara mengenai dugaan mahar tersebut. Bahkan, menurut dia, keputusan Demokrat untuk mengungkap soal dugaan mahar ini diambil dalam rapat resmi partai di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (8/8/2018) malam.

Andi mengaku tidak takut jika pernyataannya di Twitter berujung pada konsekuensi hukum. Buntut dari pernyataan Andi, Federasi Indonesia Bersatu melaporkan dugaan kasus mahar politik yang dilakukan bakal cawapres Sandiaga Uno ke Bawaslu, Selasa (14/8/2018).

Bawaslu menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil tiga orang saksi untuk dimintai keterangan, salah satunya Andi Arief. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved