Berita Kabupaten Belu

Ratusan Peserta Ikut Workshop Bijak Bermedia Sosial

Workshop dikemas dengan pola yang rileks sehingga peserta tidak kaku. Sesekali peserta juga memberikan yel-yel penyemangat.

Ratusan Peserta Ikut Workshop Bijak Bermedia Sosial
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Peserta kegiatan workshop tentang Bijak Bermedia Sosial yang diselenggarakan Yayasan Mekar Pribadi di Hotel Matahari Atambua, Kabupaten Belu, Rabu (29/8/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|ATAMBUA--Sekitar 300 orang warga Kabupaten Belu menjadi peserta workshop bijak bermedia sosial yang diselenggarakan Yayasan Mekar Pribadi bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Pantuan Pos Kupang.Com, ratusan peserta memadati Ball Room Hotel Matahari Atambua, Rabu (29/8/2018).
Peserta kegiatan ini berasal dari kalangan pelajar SMP, SMA, tutor, guru PAUD serta guru SMP dan SMA.

Hadir saat itu, Direktur Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary, Ketua Yayasan Mekar Pribadi, Oetari Noor Permadi, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Marsianus Loe Mau dan para nara sumber, Kepala BNPP Motaain, Yohan Hutagalung

Dalam workshop ini peserta dibagi dalam bentuk kelompok untuk mengoperasikan media sosial dan membuat berita baik. Workshop dikemas dengan pola yang rileks sehingga peserta tidak kaku. Sesekali peserta juga memberikan yel-yel penyemangat.

Ketua Yayasan Mekar Pribadi, Oetari Noor Permadi dalam materinya mengatakan bijak menggunakan media sosial merupakan perilaku sangat penting di jaman yang serba terbuka saat ini.

"Ketika kita menggugah hal-hal baik di medsos maka akan muncul beribu ribu tanggapan yang baik pula," kata Oetari.

Menurut Oetari, penggunaan medsos itu bisa dikatakan subyek dan obyek. Obyek adalah orang yang mengunggah sesuatu hal di medsos sedangkan obyek, orang yang menyimak hasil unggahan dan ikut berkomentar. Kedua unsur ini saling berperan terhadap postingan di medsos.

Ketika subyek mengunggah dan memosting berita atau sesuatu hal yang baik, maka banyak tanggapan tentang kebaikan yang muncul, sebaliknya jika memosting dan mengunggah sesuatu hal yang buruk maka banyak pula tanggapan buruk yang akan muncul.

Dalam menggunakan medsos, peran subyek itu yang sangat berarti karena baik dan buruknya komentar atau tanggapan yang muncul di medsoa tergantung pada hal yang diposting oleh subyek.

"Subyek punya peran penting. Subyek yang tahu persis merah dan putihnya tanggapan yang muncul akibat sebuah postingan," kata Oetari. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved