Berita Kabupaten TTS

MK Perintahkan KPU Kabupaten TTS Lakukan Perhitungan Ulang Di 921 TPS

Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi ( MK) memerintah KPU Kabupaten TTS untuk melakukan perhitungan suara ulang pemilihan bupati TTS

MK Perintahkan KPU Kabupaten TTS Lakukan Perhitungan Ulang Di 921 TPS
KOMPAS IMAGES / DHONI SETIAWAN
Gedung Mahkamah Agung. 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE –- Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi ( MK) memerintah KPU Kabupaten TTS untuk melakukan perhitungan suara ulang pemilihan bupati TTS dengan cara mencocokan formulir C1- KWK asli berhologram dengan formulir C 1 plano KWK asli berhologram di 921 TPS.

Perhitungan ulang harus dilakukan paling lambat 14 hari setelah setelah pembacaa putusan.

Dalam proses perhitungan ulang ini, selain harus dikawal aparat kepolisian, MK juga memerintahkan Bawaslu NTT dan KPU Propinsi NTT untuk melakukan supervisi dalam proses perhitungan ulang.

Hasil perhitungan suara ulang paling lambat dilaporkan tiga hari setelah perhitungan ulang oleh baik oleh KPU Kabupaten TTS maupun Panwaslu Kabupaten TTS.

Putusan hasil rapat permusyarwaratan dibacakan dalam sidang lanjutan sengketa perselisihan hasil pemilu ( PHP) , Rabu (29/8/2018) di gedung MK Jakarta. Sidang lanjutan ini dipimpin hakim ketua, Ansawr Usman, dengan hakim anggota, Aswanto, Arif Hidayat, Suhartoyo, Enny Nurbaningsih, I Dewa Gede Palguna, Malahan M.P Sitompul, Saldi Isra dan Waahiduddin Adams.

Calon Bupati TTS, Epy Tahun yang dimintai komentarnya terkait putusan MK untuk melakukan perhitungan ulang, mengatakan dirinya tidak mempermasalahan putusan tersebut. Baginya, perintah untuk melakukan perhitungan ulang akan menunjukan kepada rakyat, siapa politisi yang jujur dan siapa politisi yang tidak jujur.

Tetapi, dirinya tetap optimis hasil perhitungan suara ulang tidak akan merubah hasil dalam pleno Kabupaten lalu.

" Saya tetap optimis hasilnya tidak akan berubah, Tahun-Konay tetap akan menang. Bahkan suara kami bisa bertambah karena ada temuan jika suara kami seharusnya bertambah. Jadi bagi saya dan Pak Konay hitung ulang tidak menjadi masalah," ungkap Tahun.

Calon Wakil Bupati TTS, Alexander Kase selaku pemohon gugatan sengketa PHP Pilbup TTS mengucapkan terima kasih kepada MK yang sudah memerintahkan KPU Kabupaten TTS untuk melakukan perhitungan ulang. Putusan tersebut menurut Kase, merupakan putusan yang adil setelah hakim MK melihat fakta persidangan, alat bukti yang disampaikan pemohon dan termohon termohon dalam persidangan.

" Kalau bicara peluang apakah dengan hitung ulang ini kita (paket Naitboho - Kase) akan menang atau tidak saya tidak bisa berkomentar. Tetap dengan perintah perhitungan ulang ini menunjukan jika penyelenggara Pilkada TTS tidak mampu menyelenggarakan Pilkada yang jujur dan adil," ujar Kase dengan nada kecewe.

Tiga kali berturut-turut Pilkada TTS, lanjut Kase, selalu berakhir di MK. Ini menujukan ada yang tidak benar dengan penyelenggara. Padahal, pemerintah telah menggelontorkan anggaran yang besar untuk penyelenggara. Selain itu, masyarakat TTS juga menaruh harapan agar KPU bisa menyelenggarakan pemilu yang adil, jujur dan transparan.

" Kita berharap lewat hitung ulang ini kita bisa memperoleh kebenaran dan keadilan. Kami juga mempertanyakan kinerja KPU Kabupaten TTS sehingga proses Pilkada TTS harus berakhir di MK dan sampai dilakukan perhitungan suara ulang," sebutnya.

Calon bupati TTS, Ampera Seke Selan menyambut baik putusan perhitungan suara ulang di 921 TPS. Pasalnya berdasarkan hasil pembukaan kotak suara kemarin, perolehan suara ke empat paket berubah tidak sesuai pleno kabupaten. Sehingga putusan hitung ulang sangat bijaksana dan adil sesuai fakta di persidangan.

" Saya berharap dalam proses hitungan suara ulang mendatang melibatkan seluruh komponen, mulai dari penyelenggar, Saksi paket dan pihak keamanan. Hal ini untuk memastikan jika hasil perhitungan ulang benar-benar adil, jujur dan transparan, " pintanya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help