Berita Provinsi NTT

Kesbangpol dan Intelijen Terus Pantau Pergerakan Paham Radikalisme

Badan Kesbangpol Provinsi NTT dan BIN Daerah NTT terus melakukan pemantauan dan pergerakan dari kelompok-kelompok paham radikalisme di NTT

Kesbangpol dan Intelijen Terus Pantau Pergerakan Paham Radikalisme
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kepala Kesbangpol NTT, Dra. Sisilia Sona mengalungkan salempang kepada Letkol Laut, Setyo Pranowo, SH,MM dari BNPT pada Kegiatan Literasi Digital yang digelar oleh Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FPKT) NTT di Swiss Belinn Kristal, Rabu (29/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi NTT dan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah NTT terus melakukan pemantauan dan pergerakan dari kelompok-kelompok paham radikalisme di wilayah NTT.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi NTT, Dra. Sisilia Sona, Rabu (29/8/2018).

Menurut Sisilia, wilayah NTT selama ini dikategorikan sebagai wilayah yang aman dari radikalisme, namun tidak bisa dipungkiri juga bahwa, kelompok-kelompok itu ada di NTT.

Baca: Pengiriman Sapi dari NTT Melalui Kapal Tol Laut Capai 49.057 Ekor

"Meskipun secara nasional negara sudah bubarkan dan melarang paham-paham ?itu untuk beraktivitas, tetapi paham-paham itu masih ada di NTT, diantaranya, Gafatar, HTI dan lainnya," kata Sisilia.

Sisilia yang juga selaku Ketua. Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi NTT ini tidak menafikan, kalau masih di NTT, karena kelompok-kelompok ini ibarat memiliki metamorfosis.

"Negara boleh membubarkan, tetapi orang tersebut sudah terdoktrin dengan ideologi sehingga tidak langsung hilang. Karena itu, kita di NTT, Pemerintah dan teman-teman intelijen terus lakukan pemantauan dan pengawasan gerakan-gerakan mereka," jelasnya.

Dikatakannya, pemantauan itu dilakukan dengan tujuan supaya kelompok-kelompok yang sudah terindentifikasi itu tidak melakukan aktivitas-aktivitas mereka, seperti mengajak atau membujuk masyarakat agar bergabung dalam kelompok atau paham mereka.

"Sampai saat ini semua itu terpantau oleh kami dan teman-teman intelijen, baik dari TNI maupun Polri," katanya.

Dia mengakui, beberapa kasus seperti di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Alor dan beberapa tempat, semuanya sementara dalam pemantauan pemerintah dan intelijen.

"Kita sekarang selain melakukan pengawasan terhadap kelompok itu, juga terus tingkatkan kegiatan seperti seminar dan sosialisasi tentang upaya pencegahan paham radikalisme dan terorisme di NTT," ujarnya.

Dia mengakui, dengan sosialisasi secara kontinyu diharapkan masyarakat tidak terkontaminasi dengan paham-paham radikalisme dan terorisme.

Terkait struktur FKPT, ia mengatakan, saat ini FKPT baru ada di tingkat provinsi saja, sehingga untuk koordinasi, bukan saja dengan Kesbangpol di kabupaten dan kota saja, melainkan dengan teman-teman intelijen.

"Kita bersama teman-teman intelijen terus melakukan pengawasan. Bahkan Kesbangpol setiap tahun gelar kegiatan membangun pemahaman masyarakat dalam menolak radikalisme di kabupaten dan kota. Secara berjenjang kabupaten dan kota akan lakukan di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan," ujarnya.

Upaya itu, menurut Sisilia untuk memberi pemahaman agar masyarakat juga tahu bahwa radikalisme dan terorisme itu musuh kita bersama. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved