Opini Pos Kupang

Kesadaran tentang Toleransi Kita

Kita sering mendefinisikan toleransi sebagai sikap memberikan kelonggaran terhadap orang untuk

Kesadaran tentang Toleransi Kita
ILUSTRASI

Selain itu, alasan lain adalah kegagalan agama-agama itu sendiri dalam membangun basis teologis yang kuat bagi toleransi.

Agama-agama sering memperkuat argumentasi pragmatis, tentang pentingnya toleransi yang dikedepankan negara sebagai condition sine qua non tanpa sungguh-sungguh melaksanakan tugas internalnya yang memang sulit, yakni membangun dan mempromosikan gagasan teologis mengenai toleransi.

Akibatnya, ketika peran negara dominan disoroti dan melemah, kita menemukan toleransi kita tidak dibangun di atas dasar esensial yang kokoh.

Sebab itu, kalau toleransi dan kerukunan hidup antarumat beragama kita menghadapi ancaman karena sejumlah aksi kekerasan yang dipicu hal sepele, hal itu tidak hanya menunjukkan kegagalan pihak lain seperti negara dan penguasa politik, tetapi juga adalah masalah agama-agama itu sendiri.

Kasus Meiliana hanya menunjukkan salah satu sisi gelap dalam hubungan dan toleransi di antara kita. We don't need a weatherman to know which way the wind blows, kata Bob Dylan.

Kita tidak membutuhkan seorang tukang ramal cuaca untuk menunjukkan arah toleransi. Kita hanya membutuhkan saling pengertian yang tuli untuk sejauh dapat mengurangi dan kalau mungkin menghilangkan sisi gelap yang semakin menganga dalam kehidupan beragama kita. *

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help