Berita Internasional

Ini Sikap PBB! Keamanan Bersama Tergantung Pelarangan Uji-coba Nuklir Menyeluruh

Sekjen PBB Antoni Guterres pada keamanan bersama global tergantung atas pemberlakuan Kesepakatan Pelarangan Uji-Coba Nuklir Menyeluruh.

Ini Sikap PBB! Keamanan Bersama Tergantung Pelarangan Uji-coba Nuklir Menyeluruh
(KCNA/via REUTERS )
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memandu di lokasi percobaan penembakan rudal balistik kapal selam dari bawah air dalam foto tidak bertanggal yang dirilis oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA) di Pyongyang, Minggu (24/4/2016).

POS KUPANG.COM - - Sekretaris Jenderal PBB Antoni Guterres pada Selasa (28/8) mengatakan keamanan bersama global tergantung atas pemberlakuan Kesepakatan Pelarangan Uji-Coba Nuklir Menyeluruh.

Di dalam pesannya untuk memperingatkan Hari Internasional untuk Menentang Uji-Coba Nuklir, yang jatuh pada 29 Agustus setiap tahun, pemimpin PBB tersebut mengatakan, "Sejarah uji-coba nuklir adalah sejarah penderitaan, dengan korban akibat lebih dari 2.000 uji-coba nuklir seringkali berasal dari masyarakat paling rentan di dunia."

Baca: Dana Rp.3,6 Miliar Bangun Talut Lindungi Pemukiman Warga Lamakera Solor Timur

Baca: Filio Deno Siswa SMAK St. Fransiskus Xaverius Ruteng Wakili NTT di O2SN tingkat Nasional


"Konsekuensi yang menghancurkan, yang tidak dibatasi oleh perbatasan internasional, mencakup dampak pada pembangunan lingkungan hidup, kesehatan, keamanan pangan dan ekonomi," katanya.

Sejak berakhirnya perang dingin, "norma kuat" telah berkembang untuk menentang uji-coba nuklir, "yang dilanggar hanya oleh satu negara pada abad ini", kata pemimpin PBB itu, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu. Ia menyatakan bahwa "kekuatan norma itu telah disahkan oleh pengutukan luas masyarakat internasionl terhadap setiap pelanggaran".

"Namun, penahanan diri tersebut yang diperlihatkan melalui berbagai moratorium sukarela tak bisa menggantikan pelarangan global yang secara hukum mengikat atas uji-coba nuklir," katanya. Ia menambahkan bahwa Kesepakatan Pelarangan Uji-Coba Nuklir Menyeluruh memiliki peran mendasar di dalam perlucutan senjata nuklir dan rejim anti-penyebaran.

"Itu menempa keamanan dan perdamaian internasional dengan mengekang pengembangan senjata nuklir. Keamanan bersama kita menuntut bahwa setiap upaya mesti dilakukan agar kesepakatan mendasar ini bisa diterapkan," kata Sekretaris Jenderal PBB trsebut.

Hari Internasional untuk Menentang Uji-Coba Nuklir diperingati pada 29 Agustus setiap tahun, tapi hari itu ditetapkan pada 2 Desember 2009 dalam sidang ke-64 Sidang Majelis Umum PBB melalui Resolusi 64/35, yang disahkan dengan suara bulat.

Resolusi tersebut digagas oleh Kazakhstan bersama dengan beberapa penaja dan penaja bersama untuk memperingati penutupan Lokasi Uji-Coba Nuklir Semipalatinsk pada 29 Agustus 1991. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved