Berita Kabupaten Sikka

Dugaan Penyimpangan Dana Pampilkada! DPRD Sikka Minta PMKRI Lengkapi Bukti dan Fakta

Dugaan penyimpangan pengelolaan dana pengamanan Pilkada Sikka Pampilkada) disampaikan aktivis PMKRI Cabang Maumere ditanggapi DPRD Sikka

Dugaan  Penyimpangan Dana Pampilkada! DPRD  Sikka Minta PMKRI  Lengkapi Bukti dan Fakta
pos kupang.com, eugenius moa
Ketua DPRD Sikka, Gorgonius Nago Bapa menjabat tangan aktivis PMKRI usai dialog di Lepo Kula Babong, Kota Maumere,Pulau Flores, Propinsi NTT, Rabu (29/8/2018) 

Laporan  Wartawan  Pos-kupang.com, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM,  MAUMERE---Dugaan  penyimpangan pengelolaan  dana  pengamanan Pilkada  Sikka (Pampilkada) disampaikan   aktivis  PMKRI  Cabang Maumere, Rabu  (29/8/2018) siang ditanggapi  postitif  DPRD  Sikka  di Pulau  Flores,  Propinsi NTT.

Baca: Dua Korban Tewas Laka di Flotim Malamnya Begadang Pesta Sambut Baru

Ketua  DPRD  Sikka,  Gorgonius Nago  Bapa,  menerima  aksi damai  mengapresisasinya. Pengaduan dugaan penyimpangan pengelolaan  dana Pampilkda  Sikka  akan didalami   dan dikaji melalui  mekanisme di  DPRD  Sikka.

“Kami  minta PMKRI  lengkapi dengan  data dan  bukti yang akurat  diberikan kepada  DPRD  untuk  kami  tindaklanjuti,”  ujar  Us Bapa, sapaan Gorgonius Nago  Bapa, dalam  audiens dengan  aktivitas  PMKRI di  Lepo Kula Babong DPRD  Sikka, Rabu  siang.

Ia  tegaskan, DPRD lembaga  politik  bukan peradilan yang menyatakan pihak yang benar dan salah dalam pengelolaan dana  Pampilkada. 

“Namun  bila pengaduan PMKRI benar didukung bukti  yang akurat, DPRD  bisa melanjutkan ke  proses  tahap lanjutan,” ujar Us menanggapi  desakan dibentuk Pansus  dana  Pampilkada.

Anggota  Fraksi PDIP  DPRD  Sikka,  Stef  Sumandi, S.Fil,   menialai aksi damai  PMKRI  Cabang Maumere  menjadi sumbangan  pikiran kepada  DPRD  Sikka dan  Pemda  Sikka  sebelum  membahas  LPKJ  ABPD  2018.

“Sebelum  LPKJ diadakan,  pengelolaan  dana  hibah wajib diaudit  oleh  BPK Perwakilan  NTT. Kami hormati  proses  (audit) internal  di  Polres  Sikka.  Kalau  memang  diperlukan pada  saat  LKPJ, hadirkan semua  lembaga penerima  dana  hibah,” tandas Stef.

Menurut  Stef, bila  ada indikasi penyelewengan dana Pampilkada  Sikka  akan dibahas dalam LPKJ  APBD  Sikka  2018.  Bahkan   kalau dipercepat,  DPRD   bisa minta   semua  lembaga  penerima  dana hibah.

“Tentu bukan  hanya Polres  Sikka, semua  lembaga penerima  dana hibah. Kami akan minta secara proporsional,” tandas  Stef.

Ketua  Fraksi  Nasdem, Siflan  Angin mengaku heran ketika  Polres  Sikka mengajukan  proposal dana  Pampilkada  Rp 5,8  miliar padahal   yang digunakan  sekitar Rp 850  juta  lebih.  Ia minta  BPK Perwakilan  NTT  transaparan  melaporkan  hasil audit penggunaan  dana masyarakat  Sikka.

“Tidak  ada  urusan  dana  hibah  APBD Sikka diaudit oleh  Polda. BPK  Perwakilan NTT berhak periksa penggunaan  dana ini. Saya minta diekspose supaya  transparan dan akutanbel,” tandas  Siflan. *)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved