Berita Kabupaten Sumba Barat

50 Patung Ukiran Rumah Budaya Sumba Karya Pemahat Sumba

patung ukiran bercirikan kekhasan Sumba seperti patung kuda, patung monyet, motif kain sumba dan lain-lain merupakan karya pemahat asli Sumba

50 Patung Ukiran Rumah Budaya Sumba Karya Pemahat Sumba
POS KUPANG/PETRUS PITER
Dua pemahat Sumba, Reku Nanga Dato (kemeja putih) dan Agustinus Saba Lewa saat menghadiri acara misa pemberkatan rumah tenun dan museum kain Sumba di rumah budaya Sumba, SBD, Rabu(29/8/2018)

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM|TAMBOLAKA--Sekitar 50-an lebih patung ukiran bercirikan kekhasan Sumba seperti patung kuda, patung monyet, motif kain sumba dan lain-lain merupakan karya pemahat asli Sumba.

"Saya tidak menggunakan tenaga ahli pemahat dari luar untuk memahat dan mengukir 50-an patung yang berada dalam kompleks rumah budaya ini. Semua ini, karya dua pemahat asli Sumba, yang tidak sekolah," kata Pater Robert Ramone, CSsR.

Pater Robert memperkenalkan dua pemahat Reku Nanga Dato dan Agustinus Saba Lewa, warga Desa Balilaedo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat dihadapan puluhan umat Katolik, para donator dan undangan lainnya yang menghadiri misa pemberkatan rumah tenun dan museum Atma Hondu Sumba di kompleks rumah budaya Sumba, Rabu (29/8/2018).

Pater Robert Ramone, menambahkan, menggandeng dua pemahat tersebut semenjak membangun rumah budaya Sumba.

Sementara itu, Reku Nanga Dato dan Agustinus Saba Lewa, kepada Pos Kupang mengatakan, kemampuan mengukir berbagai kekhasan Sumba tidak melalui pendidikan khusus.

Keduanya mengaku, bakat mengukir sudah dimulai dari kecil. Mungkin ketrampilan itu warisan ayahnya yang juga adalah seorang pematung. Bakat tersebut terus diasah hingga kini menjadi terkenal memahat ukiran kekhasan sumba.

Kedua menambahkan, semenjak membangun rumah budaya Sumba, pater Robert Ramone, CSsR mengajak keduanya untuk memahat berbagai kekhasan sumba sesuai permintaan pater. Mereka berharap karyanya terus berkembang dan memberikan dampak positip bagi kehidupan ekonominya. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved