Berita Kabupaten Belu

Yayasan Mekar Pribadi Gelar Workshop Menulis Kreatif Untuk Budaya Perbatasan

Yayasan Mekar Pribadi bekerjasama dengan Sekretariat Direktoral Jendral Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar workshop

Yayasan Mekar Pribadi Gelar Workshop Menulis Kreatif Untuk Budaya Perbatasan
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Bunda PAUD Kabupaten Belu, Ny. Viviana Ng. Lay saat membuka kegiatan workshop menulis kreatif legenda nusantara di Kabupaten Belu dengan menandatangan tas. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS - KUPANG.COM|ATAMBUA--Yayasan Mekar Pribadi bekerjasama dengan Sekretariat Direktoral Jendral Kebudayaan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar workshop menulis kreatif di Kabupaten Belu, Selasa (28/8/2018).

Kegiatan yang dihadiri 125 peserta ini berlangsung Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu. Kegiatan dibuka Bunda PAUD Kabupaten Belu, Ny. Viviana Ng. Lay yang ditandai dengan penandatangan tas-tas sekolah. Hadir saat itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Marsianus Loe Mau.

Pimpinan Yayasan Mekar Pribadi, Oetari Noor Permadi mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia melalui pendidikan dan kebudayaan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta dan bangga pada budaya Indonesia khususnya budaya perbatasan NTT melalui legenda nusantara. Kemudian melatih kecakapan generasi nuda menuliskan dan mengenalkan budayanya kepada dunia luar dengan bahasa populer.

Bunda PAUD Kabupaten Belu, Ny Viviana Ng. Lay kepada Pos Kupang. Com mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak muda dalam memahami cara menulis kreatif.

Selain itu, lewat kegiatan ini peserta dapat meningkatkan kreativitas dan ketrampilan menulis legenda nusantara khususnya cerita rakyat di Kabupaten Belu.

Viviana mengharapkan setelah workshop ini, peserta dapat menulis legenda budaya di Kabupaten Belu seperti cerita rakyat, rumah adat, tarian dan tenun ikat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Marsianus Loe Mau mengatakan, generasi muda tidak boleh melupakan budaya. Budaya yang dimiliki masyarakat Belu mesti digali dan dilestarikan melalui tulisan agar tidak hilang. Generasi muda harus pintar namun pintar yang bercirikhas Indonesia. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help