Berita Kabupaten Kupang

Tanah Galian Runtuh, Truk Tertimbun Reruntuhan

Kasus kecelakaan kerja terjadi Senin (27/8/2018) di Kampung Atonifui RT 16 RW 08 Dusun IV Desa Oelomin Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang.

Tanah Galian Runtuh, Truk Tertimbun Reruntuhan
ISTIMEWA
Aktivitas pengerukan tanah di Desa Oelomin, Kecamatan Nekamese.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM | BABAU - Kasus kecelakaan kerja terjadi Senin (27/8/2018) sekitar pukul 17.30 Wita di Kampung Atonifui RT 16 RW 08 Dusun IV Desa Oelomin Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang.

Dalam kasus ini tanah galian yang akan diangkut truk untuk proyek jalan desa sepanjang 3 kilometer runtuh dan menindih truk yang mengangkut material.

Kasat Reskrim Polres Kupang, IPTU Simson Amalo, S.H, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (28/8/2018), menguraikan, kejadian kecelakaan kerja terjadi pada hari Senin, 27 Agustus 2018 sekira Pukul 17.30 Wita.

Baca: Menangkan Pilpres dan Pileg, PDIP NTT Rapatkan Barisan di Rakerda

Sebelum kejadian itu memang sejak tanggal 20 Agustus 2018 di Desa Oelomin sedang dilaksanakan aktifitas pembuatan jalan desa dengan jarak 3 kilometer.

Proyek ini dikerjakan lewat program pemerintah kepada rakyat Desa Oelomin dengan pola Swakelola Padat Karya Murni yang dilaksanakan oleh Tim Pengelolah Kerja Desa Oelomin yang dipilih oleh masyarakat.

Pembuatan jalan desa, kata Simson, dari anggaran dana desa sebesar Rp. 343.950.915,- yang diambil dari dana desa 2018.

Dalam kegiatan tersebut tidak melibatkan pihak manapun (0PT/CV) dan yang melakukan kegiatan tersebut adalah warga setempat.

"Dalam pekerjaan jalan ini warga menggunakan alat yang disewa pada berbagai pihak, untuk mengambil meterial pembuatan jalan desa. Dalam kegiatan pembuatan jalan material yang diambil di Kampung Atonifui di RT 16/RW 08 Dusun IV Desa Oelomin. Setiap material yang ada di wilayah ini setiap hari diangkut truk - truk yang tidak dikenali pemiliknya dan juga supir truk tersebut. Pada saat ini warga juga meminta truk yang ada untuk memuat material untuk jalan yang mereka kerjakan," jelasnya.

Ditambahkannya, warga menyewa truk untuk memuat material tanah galian sertu di lokasi tersebut.

Warga menyewa 3 truk untuk memuat material dan pada saat memuat material tersebut, disewakan pula satu unit eksavator yang juga menguruk tanah galian sertu untuk memuat ke truk.

"Lokasi tanah galian sertu sangat sulit untuk dilewati sehingga pada saat itu 3 truk tersebut hendak kembali mengalami kesulitan apalagi penuh dengan sirtu. Pada saat satu truk hendak meninggalkan lokasi, sedangkan yang 1 truk lagi hendak memuat tanah galian sertu, tiba-tiba tanah galian tersebut runtuh dan menindih truk. Dalam kejadian ini sopir truk berada di dalam truk tersebut," jelasnya. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved