Liga Pelajar U16 Provinsi NTT

SoE Generation Akhirnya Tumbang. Tim yang Mengalahkannya?

Dua tahun merajai sepakbola U-16 di Provinsi NTT, SSB SoE Generation akhirnya tumbang di tahun ketiga.

SoE Generation Akhirnya Tumbang. Tim yang Mengalahkannya?
Istimewa
SSB SoE Generation 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dua tahun merajai sepakbola U-16 di Provinsi NTT, SSB SoE Generation akhirnya tumbang di tahun ketiga. Tim asuhan Ako Nahak ini terhenti di babak semifinal kualifikasi Liga Pelajar U-16 Piala Menpora 2018 seri Provinsi NTT, setelah kalah 0-1 dari AS Repiko Alor dalam pertandingan yang digelar di Lapangan SSB Bali United Kristal Kupang, Senin (27/8/2018).

"Terima kasih karena saya mendapatkan banyak pelajaran penting dalam turnamen kali ini. Ternyata kualitas sepakbola U-16 sudah merata di NTT. Persaingan sangat ketat. Memang sejak awal saya targetkan juara lagi, namun saya juga harus mengakui kemenangan lawan," kata Ako Nahak seusai pertandingan.

Pelatih AS Repiko, Alexmin Andro Atapeni, tak kuasa mengatakan kegembiraannya. "Saya baru pertama ikut turnamen ini. Sebelumnya saya hanya ikut di U14. Saya sudah seperti menjadi juara. Ini sesuatu yang luar biasa. Kami siap menghadapi Bintang Timur Atambua di babak final," kata Andro.

Partai semifinal antara SSB SoE Generation melawan AS Repiko berjalan menarik. Angga Lada dkk ternyata mampu memberikan perlawanan kepada AS Repiko. Meski pemain kedua tim terlihat masih sedikit kelelahan, namun mereka tetap bertarung ngotot untuk meraih kemenangan.

Mengandalkan Angga Lada dan Tony Banunaek di depan, SSB SoE Generation sebenarnya bermain cukup bagus. Sempat menekan pertahanan AS Repiko, mereka hanya tak mampu mencetak gol. Sementara keperkasaan Benaya di bawah tiang gawang SSB SoE Generation akhirnya jebol di babak kedua.

Di pertandingan lainnya, SMAK Frateran Ndao rupanya bukan lawan yang sepadan dari Bintang Timur Atambua. Hanya mengandalkan semangat, mereka tak kuasa menahan serbuan Bintang Timur yang sangat taktis. Permainan keras pemain kedua tim, membuat benturan keras sering terjadi.

Wasit utama, Ridwan Saduk terpaksa harus menegur salah satu ofisial SMAK Frateran Ndao karena mengeluarkan kata-kata kasar saat memberikan instruksi. Instruksi sang pelatih justru membuat pemain-pemain SMAK Frateran Ndao terpengaruh sehingga permainan menjadi tidak fokus.

"Partai final akan kami langsungkan besok sore (petang ini). Semoga kami bisa mendapatkan tim terbaik yang akan mewakili NTT ke Bali," kata Ketua Panitia, Saleh Abdullah Sagran. *

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved