Berita NTT

Sejak Juli hingga Sekarang 127 Anak Belum Dapat Sekolah ! Ortu AKsi ke Kantor Gubernur NTT ‎

Masih 127 calon siswa SMA di Kota Kupang belum mendapat sekolah. ‎Padahal, mereka berdomisili di sekitar zonasi sekolah.

Sejak Juli hingga Sekarang 127 Anak Belum Dapat Sekolah ! Ortu AKsi ke Kantor Gubernur NTT ‎
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Orang tua calon siswa SMA/SMK saat mendatangi DPRD NTT, Selasa (14/8/2018). Mereka sedang berdialog dengan Komisi V DPRD NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG. COM/ KUPANG --- Selama kurang lebih satu bulan sebanyak 127 calon siswa SMA di Kota Kupang belum mendapat sekolah. ‎Padahal, mereka itu berdomisili di sekitar zonasi yang ada sekolah.

Hal ini disampaikan Koordinator Orang Tua dan wali calon siswa SMA dan SMK, Roby Ledoh ketika ditemui di sela-sela aksi demo orang tua wali calon siswa di Kantor Gubernur NTT, Selasa (28/8/2018).

Baca: Dana Rp 5,8 Miliar Digunakan untuk Perbaikan Jembatan Waimamongu, Sumba Tengah

Menurut Roby, sejak awal proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) anak-anak itu turut mendaftar secara online‎ di sekolah sesuai zonasi tempat tinggal mereka, namun saat pengumuman, mereka tidak lulus.

"Persoalannya, ada aturan zonasi, tetapi kenyataan ada anak-anak lain yang lulus dengan tidak melihat zonasi. Karena itu, orang tua calon siswa ingin mencari keadilan dan meminta pemerintah untuk segera carikan solusi," kata Roby.

Dia menjelaskan, sudah berulang kali, orang tua calon siswa ini ke Dinas Pendidikan, kemudian ke DPRD NTT, khususnya Komisi V dan juga ke kantor gubernur, namun semuanya tidak ada solusi.

"Hari ini kita datang lagi dengan meminta kebijakan pemerintah agar buka tambahan rombongan belajar (rombel). Bagi kami asalkan anak-anak ini bisa bersekolah," katanya.

Dia mengatakan, pada beberapa waktu lalu mereka sudah datang ke kantor gubernur dan juga Sekda NTT juga sepakat dengan para orang tua murid, bahwa apabila ditemukan penyimpanan oleh sekolah, yakni ada siswa yang sudah bersekolah tapi tidak sesuai zona maka akan dikeluarkan.

"Kami juga sudah sampaikan bahwa kami tidak ingin agar anak-anak yang telah bersekolah itu dikeluarkan. Kami juga kasian, sehingga kami sampaikan saran sebagai solusi yaitu tambah rombel," katanya.

Dia mengakui, pada pekan lalu sejumlah orang tua mengunjungi SMAN1 dan SMAN 3 dan ada informasi bahwa ada sekitar 71 anak di SMAN 3 Kupang yang masuk sekolah ‎ tanpa memperhatikan soal zonasi.

Namun, lanjutnya, pihaknya tidak ingin juga anak-anak yang telah bersekolah itu dikeluarkan oleh sekolah, karena itu, kita inginkan ada solusi penambahan rombel.

"Kalau nantinya kepala sekolah tidak mau menerima anak-anak ini, maka anak-anak ini akan bertindak dan minta anak-anak yang sudah bersekolah tanpa zonasi itu dikembalikan ke sekolah yang ditetapkan," katanya.

Terkait hasil pertemuan perwakilan orang tua calon siswa dengan Sekda NTT, Ben Polo Maing, ia mengatakan, hasil kesepakatan dalam pertemuan diputuskan untuk menambah rombel.

"Jadi tadi sudah diputuskan untuk tambah tiga rombel di SMAN 1 dan SMAN 3 Kupang," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help