Berita Kabupaten Sikka

Pertama Kali, Gapoktan Mada Rebu Diundang ke Istana

Senang sekali, saya bisa mewakili NTT tampil di Istana. Ini pengalaman pertama

Pertama Kali, Gapoktan  Mada  Rebu Diundang  ke Istana
POS KUPANG/EUGINIUS MO'A
Ketua Gapoktan Mada Rebu, Laurensius Susar, didampingi Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Sikka, Fransiskus Nong, Selasa (28/8/2018) di Maumere, Pulau Flores, Propinsi NTT. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM| MAUMERE---Untuk pertama kali sejak  didirikan  tahun  2009,  Gabungan  Kelompok Tani  (Gapoktan) KSU Mada  Rebu di  Desa Pogon,  Kecamatan Waigete,  Kabupaten  Sikka,  Pulau  Flores,  Propinsi Nusa  Tenggara  Timur (NTT) diundang ke  Istana  Negara pada perayaan  puncak  HUT ke-73 Kemerdekaan  RI,  17 Agustus 2018.

“Senang  sekali, saya bisa mewakili NTT  tampil  di  Istana.  Ini  pengalaman pertama,”  kata Ketua  Gapoktan  Mada Rebu, Laurensius Susar,  didampingi   Kepala  Bidang Penyuluhan  Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan  Sikka,  Fransiskus Nong,  melaporkan kehadiran mereka di Istana  Negara kepada   Kepala   Dinas  Pertanian, Ir.  Hengky  Sali, Selasa  (28/8/2018) pagi  di  Maumere.

Laurensius mengatakan, sebelum mengikuti  apel  di Istana  Negera,  ia  bersama 15 orang utusan  juara dari  lima  kategori lomba  yang diadakan  Kementrian  Pertanian  RI   menyaksikan  pidato  kenegaraan  Presiden  RI  dalam sidang MPR, DPR dan  DPD di Senayan, tanggal 16  Agustus  2018.  Pada malam hari mengikuti renungan suci  Taman  Makam  Pahlawan Kalibata, Jakarta.  

“Saya  ikuti  silahturahmi dengan Presiden  RI, Joko  Widodo di  Istana. Penyerahan penghargaan  dilakukan  oleh Menteri Pertanian  RI  di  kantornya,”kisah  Laurensius.

Keberhasilan ini  diakui Laurensius  merupakan  hasil dari  bimbingan dan pendampingan  yang diberikan  oleh Dinas  Pertanian Perkebunan dan Peternakan  Sikka serta  pemerintah Desa Pogon.

Ia  mengatakan  pada  awal  pendirian Gapoktan  Mada Rebu ini  menaungi tiga   kelompak  tani  (Poktan)  beranggotakan  37 orang dan  modal swadaya  Rp 390  ribu.  Pada  tahun  2013  mendapat  bantuan  dari Kementrian Pertanian  RI Rp 100  juta dimanfaatkan untuk usaha  agribisnis.

‘Tahun  2015  memiliki  resmi  berbadan  hukum menjadi  Koperasi Serba  Usaha (KSU)  Gapoktan Mada  Rebu  beranggotakan 10  Poktan dan 334  anggota,”  ujar Laurensius. (*)

 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved