Berita Regional

Perompak yang Bunuh Bripka Faisal Berasal dari Kelompok Setan Botak

Polisi Daerah Aceh mengatakan, pembunuh Brigadir Faisal, personel Reserse Polres Aceh Utara di Pantai Bantayan, dilakukan oleh kelompok Setan Botak

Perompak yang Bunuh Bripka Faisal Berasal dari Kelompok Setan Botak
KOMPAS.com/Masriadi Sambo
Polisi melihat lokasi kejadian tempat ditemukannya jenazah Bripka Faisal di Pantai Bantayan, Kabupaten Aceh Utara, Senin (27/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | ACEH UTARA - Polisi Daerah Aceh mengatakan, pembunuh Brigadir Faisal, personel Reserse Polres Aceh Utara di Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, dilakukan oleh kelompok Setan Botak Peureulak dari Kabupaten Aceh Timur.

Kepala Divisi Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar, Senin (27/8/2018), menyebutkan, pengungkapan kasus itu berawal dari penyidikan terpadu bersama antara Polres Aceh Timur, Polres Aceh Utara dan tim Polda Aceh.

"Mereka ini perompak laut di kawasan perairan Aceh. Basis utama mereka di Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Dari sana, tim gabungan menyimpulkan bahwa pelaku pembunuhan Brigadir Faisal dari Setan Botak Peureulak ini," terang Misbahul.

Baca: Viral 3 Oknum Polisi Naiki Bangkai Hiu Raksasa, Polda DIY Minta Maaf

Ciri kelompok ini mudah dikenali dengan sandi huruf "R" di lambung boat nelayan yang mereka tumpangi.

Sandi itu telah dihapus namun masih terlihat jelas di boat yang ditemukan di pinggiran Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, tempat korban ditemukan tewas dengan luka tusuk di mata, dada dan perut.

"Data dan informasi serta olah tempat kejadian perkara mengarah ke kelompok Setan Botak sebagai pelaku pembunuhan," ungkapnya.

Yakin akan hasil analisa tim gabungan, sambung Misbahul, sekitar pukul 17.00 WIB, Minggu (26/8/2018), diperoleh informasi enam pria tak dikenal berada di area tambak petani di Kecamatan Madat, Aceh Timur.

Menerima informasi itu, tim gabungan menyisir lokasi tambak dan menangkap tiga terduga pelaku masing-masing berinisial SM (28), BH (36) dan SR (43), seluruhnya warga Aceh Timur.

Tiga pelaku lainnya berhasil kabur pada penggerebekan pertama. Lalu, pukul 20.00 WIB, tim menemukan tiga orang lainnya berinisial MA (18), warga Kota Langsa dan FS (42), warga Aceh Utara serta ZK (33), warga Aceh Timur.

Dalam penangkapan kedua ini, ZK melawan dengan memegang granat. Melihat potensi ancaman, sambung Misbahul, polisi menembak ZK dan tewas di lokasi kejadian.

Pistol revolver milik Brigadir Faisal ditemukan di tangan ZK. Tim gabungan pun hingga kini masih terus mengembangkan kasus ini.

Tim masih menyisir lokasi untuk mencari senjata api laras panjang jenis AK-56 milik Polres Aceh Utara beserta amunisinya yang diambil pelaku dari korban Bripka Faizal.

"Untuk senjata AK-56 dan lainnya masih dalam pencarian, tadi malam diamankan sebuah granat jenis manggis dan pistol revolver milik Almarhum Bripka Anumerta Faisal yang diambil pelaku. Para pelaku diamankan di Mapolres Aceh Utara untuk diproses lanjut, sementara ZK yang tewas rencana diserahkan ke pihak keluarga," tutup Kabid Humas.

Sebelumnya diberitakan, seorang anggota Polres Aceh Utara bernama Bripka Anumerta Faisal gugur saat menjalankan tugas.

Bripka Anumerta Faisal tewas ditikam oleh pelaku yang awalnya diinfokan oleh masyarakat dan diduga menyelundupkan narkoba di kawasan Pantai Bantayan, Aceh Utara, Minggu (26/8/2018). (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved