Berita TTS

Pelatihan Menjahit Bagi 25 Penyandang Distabilitas di TTS

Sejak tanggal 9 hingga 29 Agustus Dinas Sosial memberikan pelatihan menjahit bagi 25 penyandang distabilitas di Kelurahan Nunumeu, Kecamatan Kota Soe.

Pelatihan Menjahit Bagi 25 Penyandang Distabilitas di TTS
pos kupang.com, dion kota
suasana pelatihan menjahit bagi penyandang distabilitas yang digelar Dinas Sosial 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Sejak tanggal 9 hingga 29 Agustus Dinas Sosial memberikan pelatihan menjahit bagi 25 penyandang distabilitas di Kelurahan Nunumeu, Kecamatan Kota Soe.

Usai mendapat pelatihan menjahit, para peserta pelatihan akan diberikan bantuan mensin jahit sehingga bisa membuka usaha sendiri. ‎

Baca: Dalam 5 Menit Wilayah Timor 2 Kali Diguncang Gempa Tektonik! Warga Berhamburan

Epy Kamlasi, Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial yang ditemui pos kupang, Selasa (28/8/2018) di sela-sela kegiatan pelatihan mengatakan, ‎para peserta pelatihan berasal dari berbagai pelosok Kabupaten TTS.

Selama 20 hari, para penyandang distabilitas ‎didampingi dan diberikan pelatihan menjahit agar kedepan bisa membuka usaha sendiri. Dalam melatih para penyandang distabilitas, Dinas Sosial mendatangkan empat orang instruktur menjahir untuk mengajarkan para peserta.

Selain memiliki keterbatasa fisik, para peserta pelatihan benar-benar belum pernah sama sekali menjahit menggunakan alat jahit. Para peserta diajarkan mulai dari pengenalan mesin jahit, cara menggunakan mesin jahit, cara membuat pola hingga teknik menjahit.

" Para penyandang distabilitas ini benar-benar memulai start dari titik nol. Mereka benar-benar tidak tahu menjahit. Syukurlah setelah lebih dari 2 minggu di berikan pelatihan, mereka sudah mulai bisa menggunakan mesin jahit untuk menjahit," ungkap Epy.

Perkembangan para peserta lanjut Epy sangat bervariasi. Ada yang sudah mahir menjahit menggunakan mesin jahit dan ada pula beberapa yang masih lambat beradaptasi menjahit menggunakan mesin jahit.

Usai pelatihan, mesin jahit yang digunakan selama pelatihan akan diberikan kepada para peserta. Diharapkan mesin jahit yang diberikan bisa digunakan sebagai modal untuk membuka usaha sendiri di rumah.

" Usai pelatihan kita akan tetap melakukan pendampingan untuk memastikan jika para peserta membuka usaha menjahit. Kita ingin agar para penyandang distabilitas tetap mampu hidup mandiri walaupun dengan keterbatasan fisik yang ada," jelasnya.

Ketua Komisi IV DPRD TTS, Relygius Usfunan yang menyempatkan diri melihat pelatihan menjahit bagi penyandang distabilitas mengaku sangat mendukung pelatihan bagi penyandang distabilitas.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk mendukung para penyandang distabilitas untuk mengembangkan kreativitas. Sebagai wakil rakyat, Relygius mengatakan siap memberikan dukungan anggaran untuk kegiatan pelatihan menjahit tingkat lanjut sehingga para penyandang distabilitas menjadi penjahit yang profesional.

" Dinas sosial harus terus memberikan pendampingan untuk memastikan para penyandang distabilitas bisa membuka usaha menjahit sendiri. Kita bantu alat menjahit dan juga membuka pasar sehingga para penyandang distabilitas lebih bersemangat lagi. Soal anggaran kita siap dukung," tegasnya (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved