Berita Kabupaten Manggarai Barat

PEIB Berlangsung 3,5 Tahun

Pelaksanaa Program Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan (PEIB) akan berlangsung selama 3,5 tahun

PEIB Berlangsung 3,5 Tahun
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Seorang petani di terang kabupaten mabar, sedang menjemur kacang kedelai beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM Servatinus Mammilianus

 POS--KUPANG.COM|LABUAN BAJO-- Pelaksanaa Program Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan (PEIB) akan berlangsung selama 3,5 tahun, terhitung sejak 1 Mei 2018 sampai 31 Oktober 2021.

“Anggaran untuk program ini sebesar satu juta Euro termasuk untuk operasional dan dukungan tekhnis lembaga HI di berbagai tingkatan, dengan kontribusi sebesar 75 % dai Uni Eropa dan 25% dari HI,” bunyi salah satu bagian pada siaran pers yang diterima POS--KUPANG.COM dari Kabag Humas Mabar Paul Jeramun, Selasa (28/8/2018).

Dijelaskan bahwa PEIB juga bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah dan kelompok rentan (marjinal) melalui organisasi lokal di masing-masing kabupaten untuk bekerja bersama-sama demi berkontribusi pada proses pembangunan ekonomi daerah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, program Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan (PEIB) mulai hari ini, Selasa (28/8/2018) hadir secara resmi di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Kehadirannya ditandai dengan acara launching yang berlangsung di Kantor Bupati Manggarai Barat (Mabar).

Program tersebut fokus pada pembangunan ekonomi inklusif lokal yang didukung oleh Uni Eropa, juga bermitra dengan Handicap International Federation dan perkumpulan relawan Circle Imagine Society (CIS) Timor.

“Program ini menekankan pada penguatan dan pemberdayaan kelompok terpinggirkan agar memiliki akses yang setara dalam proses pembangunan ekonomi,” demikian bunyi siaran pers yang diterima POS--KUPANG.COM. Dijelaskan juga bahwa ada enam kabupaten di NTT yang mendapat program tersebut, yakni Mabar, Sumba Barat Daya (SBD), Lembata, Alor, Rote Ndao dan Belu.

Tujuan program ini adalah untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui partisipasi organisasi masyarakat sipil dalam pembangunan daerah yang inklusif dan merata.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved