Berita Kabupaten Kupang

Korban Penimbunan di Oelomin Bernama Sonar Sonik Berek

Kasus runtuhnya tebing untuk mengangkut sirtu di Atenfui Dusun IV Desa Oelomin Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang, ternyata menelan korban jiwa.

Korban Penimbunan di Oelomin Bernama Sonar Sonik Berek
ISTIMEWA
Aktivitas pengerukan tanah di Desa Oelomin, Kecamatan Nekamese.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kasus runtuhnya tebing untuk mengangkut sirtu di Atenfui Dusun IV Desa Oelomin Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang, Senin (27/8/2018) pukul 18.00 Wita ternyata menelan korban jiwa.

Dalam kejadian kecelakaan kerja itu, Sopir Dam Truk Warna Kuning DH 8283 AG atas nama Sonar Sonik Berek meninggal Dunia akibat tertindis material longsoran di tempat galian sirtu (Tanah Putih).

Adapun identitas, korban dan saksi - saksi yakni Korban: Sonar Sonik Berek, (25), Alamat Jalan Frans Seda Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo Kota Kupang (meninggal Dunia).

Baca: Benarkah Indonesia Dijajah Belanda Selama 350 Tahun?

Saksi - saksi, Hendra Yapi, (46), Alamat Jalan Bajawa Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo, Kota Kupang dan Polce Nurak (51), Alamat Kelurahan Fatukoa Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

Kasat Reskrim Polres Kupang, IPTU Simson Amalo, S.H, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (28/8/2018) malam, merunut kronologi kejadian.

Dikatakannya, pada Senin tanggal 20 Agustus 2018 Perangkat Desa Oelomin melalui TPK Desa Oelomin melalukan Pekerjaan Jalan Desa menggunakan Exavator Milik CV. Indotama dari Kota Kupang dengan Operator Oktovianus Missa yang di sewakan oleh Desa Oelomin untuk melakukan penggalian sertu ( tanah putih ) guna pekerjaan jalan.

Sekitar pukul 18.00 wita para sopir Dam truk hendak istrahat dan pulang, namun dilokasi tersebut jalannya cukup menanjak dan berbatuan, dan apabila mobil tidak terisi muatan/kosong dan ringgan akan menyebabkan tidak bisa menanjak jalan tersebut, sehingga para sopir berinisiatif meminta bantuan Operator Excavator untuk menyekop menggunakan baki exavator untuk memuat di dalam bak dam truk tersebut guna dijadikan sebagai pemberat.

Saat korban sedang memarkir mobilnya sambil menunggu muatan, tiba - tiba terjadi longsor dari atas tempat galian material dengan material Longsor berupa tanah, batu dan pohon kemudian menindis mobil dam truk yang di kendarai korban serta korban yang pada saat itu sedang berada di dalam mobil, yang mengakibatkan mobil serta korban terkena tindisan material longsor dan menyebabkan mobil hancur dan korban meninggal dunia.

Melihat kejadian tersebut Kepala Desa Oelomin, Tuce Takesan selaku aparat pemerintah setempat menghubungi Tim SAR guna melakukan evakuasi dan sekira pukul 21.30 wita Tim Sar sebanyak 5 (lima) orang tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi korban yang sedang terjepit didalam mobil menggunakan Excavator untuk mengangkat batu dan tanah serta sensor guna memotong pohong material longsor dan untuk sementara kegiatan evakuasi masi berlangsung.

Berdasarkan hasil analisa, kata Simson, terjadinya kejadian tersebut saat korban sedang memarkir Mobil Dam Truk yang dikendarainya untuk menunggu muatan, namun secara tiba - tiba terjadi longsor dari atas tempat galian tersebut dan menindis mobil serta korban, yang mengakibatkan korban meninggal dunia di TKP.

"Prediksi karena kurang berhati - hati dan galian material tersebut cukup dalam dan tinggi dengan ketinggian kurang lebih 20 (dua puluh) meter dan korban tidak mengetahui akan terjadinya longsor sehingga korban terkena tindisan material longsoran. Rekomendasi, perlu dilakukan sosialisasi dari dinas terkait maupun fungsi terkait guna menghimbauan ke pada para pekerja kasar maupun ringan untuk selalu berhati - hati dalam melaksanakan perkerjaan dan lebih mengutamakan keselamatan jiwa raga dari pada pekerjaan itu sendiri," tambah Simson. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help