Berita Nasional

Istana Bantah Pertemuan Jokowi dengan Konglomerat Terkait Pilpres 2019

Istana Kepresidenan membantah penilaian pertemuan Presiden Joko Widodo dengan para konglomerat terkait Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

Istana Bantah Pertemuan Jokowi dengan Konglomerat Terkait Pilpres 2019
KOMPAS.com/Putri Syifa Nurfadilah
Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika dalam acara diskusi SEKNAS FITRA Menakar Politik Anggaran RAPBN 2019 di Jakarta, Minggu (19/8/2018) 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Istana Kepresidenan membantah penilaian bahwa pertemuan Presiden Joko Widodo dengan para konglomerat di Istana Presiden Jakarta kemarin, Senin (27/8/2018), terkait Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

"Kalau Presiden niatnya di luar kepentingan ekonomi, politik, forumnya enggak akan terbuka seperti kemarin itu. Ya tertutup saja kan, enggak mungkin publik tahu," ujar Staf Khusus Presiden, Ahmad Erani Yustika, di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Pertemuan Presiden dengan para konglomerat kemarin memang berlangsung terbuka sehingga isi perbincangannya pun dapat diketahui umum.

Baca: Tanah Galian Runtuh, Truk Tertimbun Reruntuhan

Selain itu, Erani mengatakan, selama pertemuan selama dua jam, justru Presiden Jokowi lebih banyak mendengarkan unek-unek, pendapat, kritik dan masukan dari para konglomerat tersebut. Presiden tidak mendominasi pertemuan.

Beberapa pendapat yang diungkapkan mereka, lanjut Erani, antara lain apresiasi atas pembangunan infrastruktur, penurunan harga logistik, semakin mudahnya berusaha di Indonesia, dan harapan para konglomerat terhadap pembangunan manusia oleh pemerintah.

"Mereka memohon ke depan, isu keterampilan sumber daya manusia diperhatikan pemerintah. Kan mungkin dua tiga tahun ke depan, ekonomi akan pulih, mereka berjanji akan mengangkat tenaga kerja yang punya kapasitas itu. Makanya pembangunan SDM adalah salah satu yang mereka harapkan," ujar Erani.

Erani juga mengatakan bahwa pertemuan itu bukanlah inisiasi dari Presiden Jokowi, melainkan dari para pengusaha itu sendiri.

Permohonan bertemu Presiden sudah sejak lama diajukan, namun karena agenda Presiden yang padat, pertemuan pun baru dapat terlaksana, Senin kemarin.

Pertemuan Presiden Jokowi dan para konglomerat muda itu sendiri berlangsung selama sekitar empat jam.

Selain Erani, Jokowi juga didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Adapun jumlah pengusaha dan konglomerat yang hadir adalah 26 orang. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help