Berita Kabupaten Sikka

Ini Alasanya Gapoktan Mada Rebu Hadir di Istana Negara

Uang hadiah itu akan dimanfaatkan menambah modal Gapoktan mengembangkan usaha perdagangan sembilan bahan pokok (Sembako).

Ini  Alasanya Gapoktan  Mada  Rebu  Hadir di  Istana Negara
POS KUPANG/EUGINIUS MO'A
Ketua Gapoktan Mada Rebu, Laurensius Susar, didampingi Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Sikka, Fransiskus Nong, Selasa (28/8/2018) di Maumere, Pulau Flores, Propinsi NTT. 

 Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM| MAUMERE---Gabungan Kelompok Tani   (Gapoktan)  Mada  Rebu dari   Desa  Pogon,  Kecamatan Waigete,  Kabupaten  Sikka  di  Pulau Flores,  Propinisi  Nusa  Tenggara  Timur   (NTT)  bisa  hadir di  Istana Negera Jakarta karena   prestasinya merebut  peringkat  tiga nasional  kategori  kelembagaan ekonomi  petani.

“Semua   Gapoktan di seluruh NTT  diseleksi.   Dari  NTT  ada  dua  kategori  yakni  kelembagaan  ekonomi  dari  Gapoktan Mada Rebu dan  penyuluh  swadaya, tapi    tidak  bisa  tembus sampai Jakarta,” kata  Kepala Bidang Penyuluhan  Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan  Sikka,  Fransiskus Nong, menyampaikan  kehadiran  Gapoktan Mada Rebu di  Istana Negara kepada Kadis  Pertanian  Sikka,  Ir.  Hengky  Sali, Selasa  (28/8/2018)  pagi  di  Maumere.

Seleksi   Gapoktan, kata  Frans, dilakukan  berjenjang  dari Propinsi  NTT  sampai  Kementrian  Pertanian  (Kementan) RI. 

“Bulan  Mei  2018  utusan  Kementan  RI,  Dr. Jojon datang  seleksi  lagi. Ini  prestasi  yang menjadi motivasi  bagi  kami  untuk kerja lebih keras  mendampingi dan  membimbing  Gapoktan,” kata Frans.

Ketua   Gapoktan Mada Rebu,  Laurensius  Susar,  mengatakan Gapoktan yang dipimpinya memperoleh  hadiah  uang tunai  Rp 20 juta   dan  Sertifikat  dari Kementan  RI.

Menurut Laurensius,  uang  hadiah  itu akan dimanfaatkan menambah modal  Gapoktan  mengembangkan usaha  perdagangan sembilan bahan  pokok (Sembako).

“Kebutuhan  Sembako  menjelang acara-acara di  kampung tinggi sekali.  Bahkan  sampai  persediaan  barang  di kios-kios kosong.  Kami tetap  jual  harga standar, untung sedikit namun bisa  membantu  warga  di Desa Pogon,” ujar Laurensius.

Laurensius   mengatakan,  tambahan hadiah  Rp 20  juta maka total aset Gapoktan Mada  Rebu mencapai  Rp  500 juta  lebih dari  modal  awal swadaya  Rp 339  ribu di awal  pendirian   tahun 2009.

‘Kami  sudah pekerjaan  10  orang karyawan.  Saya  tidak  bisa kelola sendiri usaha simpan pinjam,  unit  pengolahan  hasil ternak ayam potong dan  ternak  babi  yang akan jadi  demplot untuk   Kecamatan Waigete,” kata  Laurensius .(*)

 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved