Berita Kabupaten Kupang

Diberi Target PAD Rp 25 Miliar, UPT PPKAD Gunakan Pola Jemput Bola

UPT PPKAD Kabupaten Kupang diberi target penerimaan untuk PAD Provinsi NTT tahun 2018 mencapai Rp Rp 25.614.325.940 terutama pajak kendaraan bermotor.

Diberi Target PAD Rp 25 Miliar, UPT PPKAD Gunakan Pola Jemput Bola
ISTIMEWA
Petugas dari Samsat Kabupaten Kupang ketika memberikan pelayanan kepada warga di kecamatan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - UPT PPKAD Kabupaten Kupang diberi target penerimaan untuk PAD Provinsi NTT tahun 2018 mencapai Rp Rp 25.614.325.940 terutama pajak kendaraan bermotor.

Untuk mencaoai target ini, sejak tahun 2017 PT ini menerapkan pola jemput bola dimana tim turun langsung ke kecamatan dan tidak menunggu di kantor pusat.

Kepala UPT PPKAD Wilayah Kabupaten Kupang, John Boro Hali, didampingi KTU, Oktovianus Mare menyampaikan hal ini kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (28/8/2018).

Baca: Harun Senang Program Doktoral STAKN Kupang Terakreditasi

Jhon mengatakan, pola yang dilakukan ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak dan juga mempermudah masyarakat dalam membayar pajak.

Sejauh ini pihaknya sudah melaksanakan kegiatan di 15 titik yaitu kecamatan Amarasi Selatan, Amarasi, Fatuleu Tengah, Amfoang Timur,Amfoang Utara, Amfoang Barat Laut, Amfoang Selatan, Amfoang Tengah, Kupang Barat, Kupang Tengah, Kupang Timur.

John mengakui pola pelayanan seperti ini mendapat respon yang bagus dari masyarakat wajib pajak. Masyarakat di kecamatan yang dikunjungi sangat antusias terhadap kehadiran pendekatan pelayanan PKB yang dilakukan oleh UPT PPKAD WIL Kabupaten kupang karena sangat membantu dan efektif dari sisi biaya, tenaga dan waktu bagi para wajib pajak.

Menurutnya, prinsip dan slogan yang dipakai dalam pelayanan saat ini dalam terobosan pelayanan PKB adalah " selesaikan masalah tanpa masalah dan melayani lebih sungguh".

Okto Mare menambahkan, khusus pada Agustus 2018 ini pihaknya tanggal 4-16 Agustus turun ke Amfoang.

Dari kegiatan jemput bola disana, berhasil menjaring 150 unit kendaraan dan ini karena pola pendekatan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat polsek.

"Kita libatkan gereja karena diumumkan di mimbar gereja, kita kerjasama dengan radio, untuk berikan penyadaran bayar pajak. Hasilnya sangat luar biasa warga dengan kesadaran sendiri datang bayar pajak. Dalam sejarah di UPT kita bisa dapat penerimaan sampai Rp 140 juta/hari. Ini pola jemput bola yang kita terapkan. Pengalaman sebelum penerapan pola ini biasanya kisaran Rp 10 juta/hari," ujar Okto.

Menurutnya, pada tahun 2018 ini pihaknya diberi target penerimaan Rp 25.614.325.940 untuk pajak kendaraan bermotor. Dari target ini, sampai tanggal 24 Agustus pembayaran oleh wajib pajak sudah mencapai 66, 44 persen atau Rp 17.019.177.196.

Dengan sisa waktu beberapa bulan kedepan, pihaknya yakin target yang diberikan terpenuhi. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help