Opini Pos Kupang

Desentralisasi, Polri dan Pemimpin "Nakatopi"

Desentralisasi di Indonesia konon merupakan pelaksanaan desentralisasi terbesar di dunia, sehingga

Desentralisasi, Polri dan Pemimpin
Shutterstock
ilustrasi 

Memilih calon pemimpin yang mampu kendali diri dari aktivitas nakatopi dan memilih caleg yang bisa merancang kebijakan ke arah pembangunan manusia yang lebih sejahtera.

Masyarakat sipil yang berani dan cerdas seperti ini akan mendorong pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang memadai dan memberi ruang lapang bagi pembangunan ekonomi yang pancasilais baik secara potensial dan aktual. Dengan demikian kebijakan dan kearifan desentralisasi mencapai sasarannya di bumi Nusantara.

Selain penguatan masyarakat sipil dan pemberantasan korupsi juga harus didukung oleh profesionalitas Polri dan TNI sebagai aparat penegak gerakan anti korupsi dan pengayom masyarakat.

Untuk itu Polri sepantasnya dengan tekad yang bulat terus melakukan pengamanan berbagai proses demokrasi melalui operasi "Mantap Praja".

Tentu dengan taktik conditioning pengamanan; bukan conditioning memenangkan kepentingan kelompok dan partai tertentu.

Polri didoakan untuk tetap setia dan waspada mengantisipasi kerawanan pada seluruh gatra kemasyarakatan. Teristimewa pontesi dan aksi kekerasan pada beberapa daerah di negri ini, yang memperlihatkan fenomena ketidakpuasan dan kegaduhan politik dan ekonomi di antara warga bangsa. Merdeka. *

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help