Berita Manggarai

Bupati Manggarai Kamelus Deno: Saya Akan Komit Dorong Hortikultura

Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M,H akan terus berkomitmen mendorong petani agar menanam tanaman hortikultura.

Bupati Manggarai Kamelus  Deno: Saya Akan Komit Dorong Hortikultura
aris
Bupati Manggarai Deno Kamelus

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M,H menegaskan, pihaknya akan terus berkomitmen mendorong petani agar menanam tanaman hortikultura.

Yang mana, kata Bupati Kamelus, petani selama ini sudah menanam padi, cengkeh dan kopi tapi sekarang ini pemerintah dorong petani menanam sayur agar bisa keluar dari persoalan kemiskinan.

“Saya akan komit mendorong hortikultura sehingga petani benar-benar bisa sejahtera. Apa yang saya lakukan bersama dinas teknis tujuannya agar petani sejahtera. Manggarai Barat sudah menjadi destinasi pariwisata dan banyak hotel berbintang. Saya mau Manggarai jadi kabupaten sayur.

Baca: Pelatihan Menjahit Bagi 25 Penyandang Distabilitas di TTS

Bila perlu sayur di Labuan Bajo diambil dari Manggarai termasuk dikirim ke Kupang. Maka itu saya dorong terus. Mungkin ada yang bilang program ini tidak ada hasilnya tapi saya yakin dan percaya ke depan Manggarai menjadi penghasil sayur,” ujar Bupati Kamelus kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Selasa (28/8/2018) siang.

Bupati Kamelus menegaskan, program hortikultura yang sudah digalakan sejak tahun 2016 mulai ada hasil yang memuaskan. Di mana kelompok tani yang menanam hortikultura diberi bantuan kendaraan roda empat, green house, bibit dan ternak.

“Di Manggarai ini tanahnya subur. Saya heran kenapa banyak anak muda kita yang mau merantau. Saya bisa buktikan kalau dengan tanam sayur orang bisa sukses. Ada petani yang tanam sayur anaknya kuliah di Jakarta. Maka itu saya akan terus bicara hortikultura,” papar Bupati Kamelus.

Ia mengungkapkan, program hortikultura gencar dilakukan pemerintah tujuannya hanya ingin membuat petani sejahtera agar persoalan yang mendera petani bisa teratasi.

“Solusinya sederhana tanam sayur saja. Bukan tanam sayur lalu tidak tanam kopi dan cengkeh tapi kalau ada lahan kosong bisa dimanfaatkan menanam sayur,” tutur Bupati Kamelus.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved