Berita Tiga Top News

BERITA POPULER : Ramalan Zodiak Hari Ini, Misteri Eksavator Mini Di Belu NTT

Berita Populer Pos-Kupang.com, ramalan zodiak hari ini dan misteri eksavator mini di Belu NTT.

BERITA POPULER : Ramalan Zodiak Hari Ini, Misteri Eksavator Mini Di Belu NTT
POS KUPANG/EDY BAU
Eskavator Mini milik Dinas TPHP Belu yang harusnya untuk pengolahan lahan masyarakat namun digunakan kontraktor untuk mengerjakan proyek renovasi kantor Bupati Lama. Gambar diambil, Senin (27/8/2018) 

9. Virgo

Amarah akan menguasaimu hari ini.

Cobalah bermeditasi untuk 'mendinginkan' syaraf.

10. Libra

Rasanya ingin menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta dan mencurahkan perhatian untuk mereka.

11. Scorpio

Tak ada salahnya untuk menikmati kemewahan hidup bersama pasangan.

12. Sagitarius

Jangan biarkan sentimen mengaburkan logika.

Dalam hal pecintaan, jangan berharap terlalu tinggi karena bisa membuatmu tertekan

Baca: Setiap Orang punya Sisi Gelap Dalam Dirinya Berdasaran Zodiak, Sifat Burukmu Seperti Apa

***

2. Postingan Warga Belu yang Sedang Mencari Eskavator Mini Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya

Postingan Warga Belu yang  Sedang Mencari Eskavator Mini Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya.

Salah seorang warga Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL memposting sebuah foto eskavator mini sedang bekerja di sebuah lokasi, Senin (27/8/2018).

Pada foto eskavator mini tersebut, warga Belu dengan nama akun Yanuarius AB yang diketahui seorang ASN ini menambahkan caption bahwa dirinya sedang mencari sebuah eskavator mini yang sama persis seperti dalam foto untuk disewakan.

Akun Yanuarius AB ini bertanya siapakah kontraktor atau pengusaha di Atambua yang memiliki eskavator mini seperti dalam foto yang dipostingnya agar bisa disewakan untuk kepentingan mengarap lahan kebun serta membuat pematang sawah dan kolam.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 28 Agustus 2018, Aquarius dan Aries Beruntung, Zodiak Lain?

"Mohon bantuan info dri Teman2.. Exa kecil begini bos sapa punya yg ada e.. Mau balik Tanah..sklian buat pematang kolam & sawah..mksih sblumnya," tulis akun Yanuarius AB dengan menandai nama akun Jonas Beremau dan 13 akun lainnya.

Foto yang diposting sekitar 10 jam lalu ini langsung mendapat tanggapan berupa like dan emoji serta puluhan komentar netizen lainnya.

Para netizen umumnya mengatakan bahwa hanya Dinas Pertanian Kabupaten Belu yang memiliki Eskavator mini tersebut.

Karena itu, lanjut netizen, jika Yanuarius AB ingin menggunakan ekskavator tersebut agar membuat permohonan atau permintaan pakai ke dinas tersebut.

Ada juga netizen lainnya yang justru menyoroti penggunaan ekskavator mini seperti dalam foto yang diposting akun Yanuarius AB.

Eskavator Mini milik Dinas TPHP Belu yang harusnya untuk pengolahan lahan masyarakat namun digunakan kontraktor untuk mengerjakan proyek renovasi kantor Bupati Lama. Gambar diambil, Senin (27/8/2018)
Eskavator Mini milik Dinas TPHP Belu yang harusnya untuk pengolahan lahan masyarakat namun digunakan kontraktor untuk mengerjakan proyek renovasi kantor Bupati Lama. Gambar diambil, Senin (27/8/2018) (POS-KUPANG.COM/EDY BAU)

Menurut netizen, eskavator mini tersebut milik Dinas Pertanian Belu atau Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) sehingga tidak dibenarkan jika dipakai oleh kontraktor untuk mengerjakan proyek.

Berdasarkan postingan ini, POS-KUPANG.COM lantas melakukan penelusuran terhadap keberadaan eskavator mini milik Dinas TPHP Belu yang merupakan alat berat bantuan Menteri Pertanian (Mentan) RI tahun 2017.

Baca: VIDEO: Perempuan Ini Dorong Anaknya ke Arah Mobil Lalu Dia Guling-Guling Depan Mobil

* Tidak Ada di Lahan Petani 

Informasi awal yang diperoleh POS-KUPANG.COM, Dinas TPHP Belu memiliki dua unit alat berat berupa eskavator mini yang saat ini sedang berada di lahan masyarakat yakni satu unit di Wedomu, Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim) dan satu unit lainnya sedang mengolah lahan di Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat (Tasbar).

Penelusuran POS-KUPANG.COM lantas menemukan fakta bahwa alat berat milik dinas TPHP Belu tersebut tidak sedang berada di lahan petani untuk mengolah lahan pertanian sesuai asas pemanfaatannya.

Eskavator tersebut ternyata sedang mengerjakan proyek pemerintah di pusat Kota Atambua persisnya di samping Kantor DPRD Belu.

Proyek pemerintah tersebut adalah renovasi gedung bekas kantor daerah lama yang akan dijadikan Mal Perijinan Satu Pintu Kabupaten Belu.

Proyek tersebut sedang dikerjakan oleh pihak ketiga yakni PT. Sarana Timor Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp 3,495 miliar.

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM, Eskavator tersebut sudah sejak hari Jumat (24/8/2018) sore yang diangkut dari Desa Naekasa menggunakan tronton milik Dinas PU Belu.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Senin (27/8/2018) siang, eskavator mini berwarna kuning dengan operator bernama Martin tersebut asyik mengeruk dan meratakan tanah di halaman depan bangunan persis di samping patung Bupati Belu Pertama, AA Bere Talo.

Kepada wartawan, operator tersebut mengaku sudah dua hari bekerja mengeruk dan meratakan halaman depan bangunan yang sedang direnovasi tersebut.

Dia mengaku sebagai operator yang hanya mengikuti perintah untuk bekeja di lokasi tersebut.

Eskavator Mini milik Dinas TPHP Belu yang harusnya untuk pengolahan lahan masyarakat namun digunakan kontraktor untuk mengerjakan proyek renovasi kantor Bupati Lama. Gambar diambil, Senin (27/8/2018)
Eskavator Mini milik Dinas TPHP Belu yang harusnya untuk pengolahan lahan masyarakat namun digunakan kontraktor untuk mengerjakan proyek renovasi kantor Bupati Lama. Gambar diambil, Senin (27/8/2018) (POS-KUPANG.COM/EDY BAU)

* Tidak Tahu Menahu

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas TPHP Belu, Karlus Kiik yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Senin (27/8/2018) mengatakan dirinya tidak mengetahui jika eskavator mini yang sedang mengerjakan proyek pemerintah tersebut adalah milik dinas. 

Menurutnya, ekskavator milik dinas sementara berada di lahan masyarakat untuk menggarap lahan masyarakat.

Tentang penggunaan eskavator mini, Karlus menjelaskan bahwa eskavator tersebut tidak bisa digunakan untuk pekerjaan berat berupa pembukaan lahan baru tetapi hanya bisa untuk pembuatan pematang sawah.

Setelah disampaikan bahwa eskavator tersebut sedang mengerjakan proyek pemerintah, Karlus mengatakan hal itu di luar pengetahuannya.

Baca: Perempuan Ini Tewas Usai Melakukan Hubungan Intim di Areal Sawah

Karlus menegaskan penggunaan atau mobilisasi ekskavator mini itu harus diketahui dirinya selaku kepala seksi namun hingga mengerjakan proyek tersebut, dirnya tidak diberitahu.

Beberapa saat kemudian, Karlus mendatangi wartawan di lokasi untuk memberikan penjelasan.

Menurutnya, dia baru mengetahui keberadaan ekskavator tersebut di lokasi proyek renovasi gedung itu setelah dirinya menghubungi kepala seksi lainnya bernama Wily Manek.

Dan menurut Wily Manek, lanjut Karlus, keberadaan eskavator itu berdasarkan perintah Bupati Belu Willy Lay untuk menanam pohon pada lokasi proyek. 

Sedangkan menyangkut hal lainnya, Karlus mengaku tidak tahu dan memiliki kewenangan terbatas.

Baca: Perempuan Ini Tinggalkan Suaminya Saat Foto Pernikahan, Kata Netizen Suami Itu Beruntung

* Berikut ini komentar netizen menanggapi postingan Yanuarius AB:

Yulius Supardji Kan ada di dinas pertanian to kk bot....khusus bantu masyarakat pun e hehehe hormat

Yanuarius AB Bgitu ko ade... Mksih infonya.. Esok sy cek di Dinas Pertanian. Klu bantu gratis syukurlahh..

Yulius Supardji Kalo utk bantu masy. Pasti gratis kk...paling cmn uang minyak sa e hehehe
Jepott Dan uang kalpan sdkt lah....

Yulius Supardji Jepott yah zing kalo operator nya hobby kalpan ita mi ona ????

Yanuarius AB Org mau balek tanah isi mnyak sja su bngung.. Bli Kalpan lgi repot e abang Jepott

Jepott Hahhaaaa...cek info ke dinas pertanian nai...

Yanuarius AB Mksihh Kk Jepott..sbntar atau esok sy cek

Patrick Yonanto Pilih uang minyak ka uang kalpan?

Yanuarius AB Patrick Yonanto ...hehehehehe pilih gratisss

Patrick Yonanto Yanuarius AB hahaha...setujuu..??

Baca: Perempuan Ini Temukan Kamera, Setelah Dibuka Foto di Kamera Itu Sungguh Mengejutkan 

Paulus Samara Menanggapi ttg pemanfaaatan alat berat yang ada di Dinas pertanian berupa alat berat yang di pakai utk pembangunan gedung perijinan sebenarnya sesuatu hal yang sangat tdk masuk akal.....

Hal ini tentu sangat menyimpang dr asas kemanfaaatan dan ini perlu di lakukan pemanggilan dinas terkait oleh komisi 2.

Dan secara prosedural tentu pekerjaan gedung perijinan itu sudah harus menjadi tanggung jawab pihak ke tiga kenapa dlam pelaksanaanya ada alat pertanian ya g di pakai.....

Bagamana hal ini terjadi... Pada hal memasuki musin tanam seharusnya alat berat seperti itu di pakai oleh dinas utk melayani masyarakat dlam hal pembukaan lahan dan pembuatan saluran dan pematang.....

Kindisi ini semakin membuat situasi kondiai pemerintahan tdk becus..... Dan saya dr partai hanura sangat keras menentang kebijakan ini... Kita tu ggu di perubahan nnti

Yanuarius AB Aihhh Nai Paulus Samara..ne sa teniii

Paulus Samara Yanuarius AB emi pemerinyah sia ne oras ne la los tian serwisu ne la hare masyarakat sia tian

Jonas Beremau bersikap kritis dan tegas itu perlu sekali Bapak Dewan Paulus Samara....kita dukung penuh Hak Pengawasan DPRD....

Robert Mali Ya betul dinas pertanian ada 2 klo mau pake utk usahatani tinggal ajukan permohonan

Yanuarius AB Mksihh Kk Robert.. Permohonan biasa sja ko.. Bisa bawa ke kewar tdk

Marius Setahu saya alat berat kecil ini milik dinas pertanian e nai. ....jdi coba nai ajukan permohonan untuk membantu masyarakat petani nelayan yang butuh to.....demi meningkatkan budidaya ikan air tawar .....dalam menunjang pendapatan asli rakyat. ...ini info nya nai. ...salam hormat

Baca: Army Salfok dengan Baju Yang Dipakai Suga BTS dalam Rilis MV IDOL

Jurnal Perbatasan Ri-rdtl Loi2 sa ama nai toek oba neto na teke pukul tiang kena tembok en na a bolu holan roi bu ama sasi ba laun holan gimen ikun bu ni ama koen

Theo Bere Ati Sy mau pake juga buat embung di sy punya kebun bisa ko...

Jonas Beremau Om Yanuarius AB...sy pernah dengar Pak PLT Kadis PU sdh melarang penyewaan aset kpd pihak ke-3....knp dinas pertanian masih bisa menyewakan asetnya (alat berat) kpd kontraktor konstruksi bangunan (swasta)???....

Theo Bere Ati Hai tdk ada alat pemerintah yg di sewakan...semua utk bantu masyarakat jadi info itu tdk betul kang Jonas Beremau

Jonas Beremau terus knp aset dinas pertanian di pakai di proyek mall perizinan Theo Bere Ati ??? bantu masyarakat ka bantu kontraktor ni??? foto di atas tu alat berat milik dinas pertanian ti klo dari komentar kwn2 di atas....

Theo Bere Ati Hai kalau dia ada di mall perzinan sy tdk tau e...krn sy tau dia ada di kebun petani

Maxi Saka Ssstttt duduk diam2,,,,aturan su berubah,,,,

Maxi Saka Yanuarius AB sekarang su beralih fungsi,,,

Yanuarius AB Aihhh Kk Jonas Beremau..Kk Maxi Saka.. om Theo Bere Ati... Sy tdk ada niat apa2 owwww.. Postingan sy hnya mau tanya Exa kecil bgini bos sapa pung ada.. Krna sy mau pebaiki pematang kolam di kewar... Yg fto ini dinas pertanian pung atau tdk sy son tau.. Slamat sore alll

Ipy Fernandez Mungkin mau buat petak2 untuk taman di mall perizinan. Pake yg besar mungkin tidak pas. Tapi ini alat lebih cocok buat pematang sawah sesuai perintah menteri pertanian

Enzo Ezprito Santo Exa Dinas Pertanian kerja proyek mall Perizinan?????????????????????????

Enzo Ezprito Santo Siapa kontraktor yang mengejarkan Mall Perizinan????

Theo Bere Ati Kalau Nai Yanuarius AB mau bikin kolam ikan ada juga exsa di dinas perikanan....hy tdk tau bisa dipakai tdk....yg jelas semua pasti ada prosedur

Baca: Army BTS Ketemu V, Malah Dikira Orang Biasa, Setelah Sadar Begini Reaksinya

Yanuarius AB Bgitu ko Om. Esok sy cek di perikanan... Kemrin sy sdh lepas ikan.. Cma pematangnya blum bgitu bagus.. Jdi sy butuh itu Om Theo Bere Ati

Theo Bere Ati Yanuarius AB coba cek exsa masih baru tu bantuan pemerintah pusat utk dinas perikanan

Maxi Saka Exa kecil sewa hubungi siapa e,,,sy ju mau sewa utk gali pondasi,,,,yg tau tlg kasi info dulu,,,

(pos-kupang.com/roy)

Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved