Berita Kabupaten Sumba Timur

Warga Desa Pamburu Sumba Timur Penghasil Jambu Mete

Pamburu meskipun banyak hamparan padang savana, namun juga terkenal memiliki hasil komoditi unggulan jambu mete.

Warga Desa Pamburu Sumba Timur Penghasil Jambu Mete
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Lukas Kaka Njebi.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Warga sebagai petani di Desa Pamburu, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Sumba, Propinsi NTT, meskipun daerahnya banyak memiliki padang, namun terkenal penghasil komoditi Jambu Mete, berkat usaha dan niat untuk membudidayakan jambu mete di daerah-daerah yang cocok tanam.

Warga setempat Lukas Kaka Njebi kepada POS-KUPANG.COM, Senin (27/8/2018) mengatakan, wilayah Desa Pamburu meskipun banyak hamparan padang savana, namun juga terkenal memiliki hasil komoditi unggulan jambu mete.

Kata Lukas, jambu mete sangat cocok ditanam di daerah dimana bukan tanahnya batu karang atau cadas.

Lukas yang juga merupakan Ketua BPD Desa Pamburu itu mengatakan, hasil Jambu Mete pada tahun ini lumayan baik, begitu juga dengan harga jambu mete per kilogram semakin baik yakni mencapai Rp 20.000 perkilogram.

"Ada yang hasil jambu mete tahun ini bisa mencapai 100 kilogram tergantung jumlah pohon,"kata Lukas.

Lukas juga mengatakan, selain jambu mete, petani di Desa tersebut juga memiliki penghasikan ternak seperti ayam, babi, sapi, kerbau dan kuda, sebab daerah itu juga memiliki padang rumput yang cukup luas.

Dikatakan Lukas, tidak hanya mengandalkan hasil jambu mete dan ternak saja, namun para petani di Desa tersebut juga memiliki penghasilan jagung disaat musim hujan. Selain itu juga para petani di Desa tersebut juga mengerjakan sawah baik tadah hujan, maupun pengairan.

Lukas mengatakan, pada tahun 2015 Pemdes setempat bersama masyarakat membuka saluran irigasi secara manual yang diambil dari sungai Luku Hawadang, kemudian pada tahun 2016 sejumlah petani yang memiliki lahan mulai membuka lahan persawahan untuk menanam padi.

Kata dia, dari hasil padi sawah tersebut juga sangat bagus, meskipun ada terkena hama wereng, namun bisa diatasi dan tidak terlalu banyak padi yang diserang hama tersebut. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved