Berita Kabupaten Kupang

Warga Desa Oebelo Bersyukur Jika Pemerintah Memediasi Perdamaian dengan Warga Tanah Merah

Warga Desa Oebelo bersyukur jika pemerintah menginisiasi adanya perdamaian antara Desa Oebelo dan Desa Tanah Merah.

Warga Desa Oebelo Bersyukur Jika Pemerintah Memediasi Perdamaian dengan Warga Tanah Merah
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Tomy da Costa (kiri) bersama para tokoh masyarakat saat diwawancarai awak media di kompleks pemukiman Griya Permai Oebelo (GPO) Jl Timor Raya Km 21 Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (26/8/2018) 

"Kita serahkan semua di pemerintah desa, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat dan pemerintah kabupaten Kupang dan aparat kepolisian dan mereka akan mencari solusi dan kami akan duduk sama-sama mencari solusi yang terbaik," katanya

Ia pun berharap aparat keamanan dapat menetralisir keamanan sehingga anak-anak dari kedua desa dapat bersekolah dan warga pun dapat beraktivitas dan bekerja tanpa ada rasa khawatir akan keselamatan dan keamanannya.

Sementara itu, Inacio da Silva Guterres, seorang pemuda Desa Oebelo kepada POS-KUPANG.COM mengatakan, sebagai masyarakat dan pemuda di Desa Oebelo dirinya berharap peranan aktif dari setiap kelompok kepentingan baik itu pemerintah, tokoh masyarakat dari kedua desa tersebut baik tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda sehingga keadaan kembali kondusif.

"Saya juga berharap peranan penting dari pemerintah setempat baik dari kepala desa, camat Kupang Tengah, DPRD Kabupaten Kupang dan Bupati Kupang untuk mengambil langkah yg serius dan tepat guna menyelesaikan masalah tersebut sehingga bentrokan ini secepatya diselesaikan," jelasnya.

Dia menambahkan, akibat kejadian tersebut sangat merugikan warga dua desa dan warga kabupaten Kupang secara keseluruhan yang sebenarnya tidak mengetahui duduk persoalan tersebut

"Aktivitas atau kegiatan sehari-hari mereka (warga) menjadi terganggu dan mengingat anak-anak yang sekolah baik SD, SMP, SMA dan yang kuliah pendidikan mereka menjadi terganggu," ujarnya

Baginya pemerintah tidak boleh diam dan apatis akan tetapi harus serius karena persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi.

Ia pun berharap aparat keamanan dalam hal ini aparat gabungan TNI-Polri dapat mengamankan dan mengawal persoalan tersebut sampai pada penyelesaian masalah.

Sementara itu, pantauan POS-KUPANG.COM, keadaan kedua desa yang bentrok tersebut cukup tegang. Aparat keamanan tetap siaga satu sejak terjadi bentrok susulan yang menewaskan satu orang warga desa Tanah Merah.

Di jalan Timor Raya, aparat terus berjaga di dua titik di dua desa tersebut. Titik penjagaan aparat di desa Tanah merah yakni di Km 19 tepatnya di depan gereja GMIT Emaus Oebelo

Halaman
123
Penulis: Gecio Viana
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help