Berita Kabupaten Lembata

Setiap Kejahatan Pasti Ada Hukumannya

Jadi kamiminta kepada seluruh siswa/siswi SMP Negeri 2 Lewoleba agar tidak melakukan tindakan kejahatan apa pun

Setiap Kejahatan Pasti Ada Hukumannya
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Suasana sosialisasi UU PPA di SMP Negeri 2 Lewoleba, Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) Senin (27/8/2018).

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS- KUPANG.COM|LEWOLEBA -- "Setiap bentuk kejahatan pasti ada hukumannya. Jadi kami
minta kepada seluruh siswa/siswi SMP Negeri 2 Lewoleba agar tidak melakukan tindakan kejahatan apa pun baik di sekolah atau pun di luar sekolah, di rumah atau pun di lingkungan masyarakat."

Hal tersebut disampaikan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lembata, Brigpol Rosnawati ketika melakukan Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Perempuan dan Anak (UU PPA) di SMP Negeri 2 Lewoleba, Senin (27/8/2018).

Sosialisasi itu dilakukan Rosnawati bersama semua Polwan di Polres Lembata. Pada sosialisasi itu, hadir 11 polwan. Sedangkan 1 polwan lainnya berhalangan hadir karena sedang sakit.

Dikatakannya, yang namanya kejahatan, itu mencakup semua bentuk tindakan pidana yang merugikan atau mengorbankan pihak lain. Misalnya pencurian, penganiayaan, pencabulan, pemerkosaan, pemfitnahan, menghamili anak dibawah umur, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), korupsi dan lainnya.

Sementara khusus dalam Undang-Undang Perlindungan Perempuan dan Anak (UU PPA), yang namanya pencabulan, pemerkosaan, menghamili anak di bawah umur, pembunuhan dan tindak pidana lain yang korbannya adalag anak dan perempuan, maka hukuman pidananya sangat berat, 15 tahun penjara.

Akan tetapi, katanya, jika tindakan pidana tersebut dilakukan secara berencana dan melibatkan lebih dari satu pelaku, maka ancaman hukumannya bisa 20 tahun penjara atau hukuman penjara kurungan seumur hidup.

Untuk itu, katanya, anak-anak yang saat ini sedang sekolah atau masih berada di bangku pendidikan, maka diharapkan agar setiap anak selalu menjaga sikap, tutur kata dan perbuatan baik di sekolah atau di luar sekolah, di rumah atau di lingkungan masyarakat.

"Kami minta agar setiap anak jaga diri baik-baik. Bergaullan secara positip sehingga tidak terjebak pada pengaruh lingkungan yang buruk yang umumnya menjerumuskan dan menyesatkan. Ini harus kalian ingat supaya tidak berurusan dengan aparat penegak hukum," ujar Rosnawati.

Ia juga meminta para guru untuk mendidik dan membimbing siswa didik secara baik. Tempahlah anak secara optimal agar nantinya mereka memiliki karakter yang membanggakan bangsa dan negara terlebih orang tua dan keluarga. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved