Berita Kampung Gurusina

Ritual Adat Se Ze'e Kampung Adat Gurusina Pasca Kebakaran, Simak Yuk!

Pria yang mengenakan baju berwarna coklat memakai Boku (penutup kepala) dan kain adat (siwe) tampak siap diseputar mesbah (Nabe).

Ritual Adat Se Ze'e Kampung Adat Gurusina Pasca Kebakaran, Simak Yuk!
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana ritual adat Se Ze'e atau Se Mae Da Ze'e (Pembersihan Kampung) di Kampung Gurusina Desa Watu Manu, Jerebu'u Kabupaten Ngada, Jumat (24/8/2018).

"Kalau memang bukan kita yang ditunjuk berarti jangan sembarang. Karena memang bukan kita yang dipercaya," ujar Bertin.

Bertin berharap dengan adanya ritual itu bisa diwariskan kepada anak cucu. Dan semua bencana dan musibah dijauhkan dari kampung Gurusina.

Usai membunuh kerbau, dilanjutkan dengan pembuhan dua ekor babi jantan. Kali yang bertugas adalah 
Frid Rima (37). Tanpa basi-basi ia langsung membunuh dua ekor babi itu. Iapun lega dan senang. 

Sebelum dilakukan penyembelian hewan itu terlebih dahulu tua adat sudah meminta doa restu dan persetujuan para leluhur. Sehingga saat dilakukan penyembelian berjalan aman dan lancar.

Frid mengaku lega dan senang tugasnya berjalan aman serta lancar.

"Ini tugas adat jadi kita harus siap. Apapun itu. Sudah dua kali saya ikut acara seperti ini," ujar Frid.

Tokoh Adat Gurusina, Nikolaus Nono, mengaku, Kamis (23/8/2018) sekitar jam 19.00 Wita digelar ritual Mau Tua (mencari tau tempat mana yang cocok untuk pembuangan bara api di keesokan harinya. Dan mencari tau siapa yang cocok yang akan membunuh kerbau dan babi.

"Kolu Leo, tempat membuang sisa -sisa bara api toga kali tidak jadi. Akhirnya cocok di Koporongo (Kandang Kambing) disana dekat kali," ujar Niko.

Ia mengaku saat pergi membuang sisa atau pung kebakaran 
yang tuan rumah terbakar pertama itu (Tiwu Pau) yang membawa kesana (ke kali ) dan nyusul oleh orang lain dengan ritual tertentu lalu dibuang ke kali. (Semua sial, musibah dibuang semua lewat air yang mengalir ke laut) yang bawa bara api itu laki-laki semua. 

"Waktu persiapan untuk membawa bara api dari 6 Rumah Pokok (Saka Pu'u dan Saka Lobo)
Saka Pu'u (diatas atap rumah, ada rumah kecil yang menunjukan bahwa ini rumah pokok, lambang perempuan). Sedangkan Saka Lobo lambang laki-laki dan diatas rumah itu ada patung. Setelah pulang dari buang bara api, tetap yang duluan pulang itu adalah orang yang rumahnya terbakar duluan tapi dia langsung ke kebun. Tidak boleh langsung kembali ke kampung," ujar Niko.

Halaman
1234
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved