Berita Kampung Gurusina

Ritual Adat Se Ze'e Kampung Adat Gurusina Pasca Kebakaran, Simak Yuk!

Pria yang mengenakan baju berwarna coklat memakai Boku (penutup kepala) dan kain adat (siwe) tampak siap diseputar mesbah (Nabe).

Ritual Adat Se Ze'e Kampung Adat Gurusina Pasca Kebakaran, Simak Yuk!
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana ritual adat Se Ze'e atau Se Mae Da Ze'e (Pembersihan Kampung) di Kampung Gurusina Desa Watu Manu, Jerebu'u Kabupaten Ngada, Jumat (24/8/2018).

Setelah diketahui lewat acara Mau Tua, Jumat (24/8/2018) pagi digelar acara pembuangan bara api ditempat yang sudah ditentukan semalamnya. Yaitu di kali dekat kampung Gurusina. Sebanyak 27 orang warga korban menghantar bara api itu sesuai urutan rumah yang terbakar beberapa waktu lalu. 

Dalam perjalanan tidak boleh menoleh kebelakang, kekiri dan ke kanan. Semua fokus kedepan. Begitu juga saat kembali pulang. Semua tidak boleh melanggar dan ikut arahan dari tua adat. 

Usai acara pembuangan bara api  dilanjutkan dengan acara pemotongan hewan kurban (satu ekor kerbau jantan, dua ekor babi jantan dan satu ekor ayam jantan berbulu putih).

Ayam putih berarti melambangkan. tulus dan suci. Bahwa warga kampung Gurusina dengan penuh tulus ihklas mau membersihakan kampung dan memberi makan para leluhur. 

Sedangkan darah kerbau dipercaya untuk disiram dimasing-masing rumah yang terbakar. Sebagai simbol pembersihan. Yakni sejak saat itu sudah diperbolehkan untuk dibuatkan kembali rumah dan memanggil kembali para leluhur dan menetap kembali dikampung Gurusina.

Ritual Se Ze'e dipimpin oleh Ketua Lembaga Adat Gurusina yaitu, Aloysius Dopo (68) dan Kletus Wou (76).

Liberti Rajo (40) mengaku senang karena tidak sembarang orang yang ditunjukan untuk membunuh kerbau. Ia juga terlihat semangat karena hasilnya tidak sia-sia. Satu ayunan parang leher kerbau nyaris putus dan kerbau langsung mati.

Ia mengaku bersyukur karena permintaan tokoh adat merupakan permintaan leluhur karena sesuai petunjuk saat Mau Tua.

"Saya sudah puluhan kali dipercayakan untuk membunuh kerbau. Tidak takut karena memang sudah ditunjuk, harus bisa," ujar Bertin, kepada POS KUPANG.COM.

Ia mengaku kalau sudah dipercayakan berarti itu sudah direstui oleh leluhur Gurusina.

Halaman
1234
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved