Berita Kabupaten Belu

Maria Eleonora Kaget Saat Terpilih Jadi Penari Asian Games

Sebuah kesempatan emas yang tidak terpikirkan sebelumnya tiba-tiba datang pasti seseorang merasa kaget dan penuh bahagia

Maria Eleonora Kaget Saat Terpilih Jadi Penari Asian Games
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Maria Eleonora Kaget Saat Terpilih Jadi Penari Asian Games

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|ATAMBUA--Sebuah kesempatan emas yang tidak terpikirkan sebelumnya tiba-tiba datang
pasti seseorang merasa kaget dan penuh bahagia. Hal seperti itu dialami juga Maria Eleonora Da Costa ketika terpilih menjadi anggota penari likurai pada acara opening ceremony Asian Jakarta.

Kepada Pos Kupang.Com, Senin (27/8/2018), Ellend demikian ia disapa mengaku, sangat bangga dan bahagia karena terpilih sebagai penari di ajang bergensi se Asia ini.

Perempuan kelahiran Halilulik, Kabupaten Belu, 21 Februari 1994 ini mengatakan, terpilih sebagai penari di ajang Asian Games merupakan kesempatan emas yang patut dibangga dan disyukuri karena tidak semua orang bisa mendapat kesempatan yang sama.

"Saya tidak menyangka kalau akan terpilih sebagai seorang penari Asian Games. Saya sangat kaget bercampur bahagia karena sudah terpilih," tutur anak pertama dari pasangan Yohanes Asa dan Modesta Ili Mali ini.

Alumni Universitas Timor (Unimor) ini mengatakan, untuk tampil di panggung Asian Games, ia bersama teman-temannya mengikuti latihan yang cukup lama hampir empat bulan. Dua bulan latihan di Atambua dan 47 latihan di Jakarta. Mereka dilatih Romo Sixtus, Romo Delvi, Frid Dacosta, Jhon Atti dan Pius Fahik.

Selam latihan, Ellend hanya mengalami kesulitan penyesuian tinggi badan karena dari semua temannya, ia memiliki postur tubuh yang paling tinggi. Meski demikian, ia tetap mampu menyesuaikannya.

Melalui latihan serius, Ellend dan teman-temannya sukses membawakan tarian Likurai dan mengharumkan nama NTT dan Kabupaten Belu di tingkat nasional dan internasional.

Alumni SMK Katolik Kusuma Atambua ini mengajak kaum muda untuk menjaga dan melestarikan budaya likurai agar tidak hilang akibat perkembangan jaman.

Saya mengajak agar kaum muda jangan berhenti melestarikan budaya daerah Kabupaten belu sehingga budaya ini tidak punah pada jaman yang serba modern ini," ungkap perempuan yang punya motto tetap menjadi pribadi sendiri.

Ellen yang hobi menyanyi ini mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Belu agar terus melestarikan budaya dan memberikan respon positif setiap kegiatan pelestarian budaya di Kabupaten Belu. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help