Berita Religi

Klasis Kota Kupang Gelar Lomba Paduan Suara Undang peserta dari Gereja HKBP dan Gereja Katolik

Yang menarik dan unik, lomba tersebut juga mengundang perempuan dari gereja denominasi yakni Gereja HKBP dan Gereja Katolik.

Klasis Kota Kupang Gelar Lomba Paduan Suara Undang peserta dari Gereja HKBP dan Gereja Katolik
Apolonia Matilde Dhiu

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Perempuan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Kota Kupang menggelar Lomba Paduan Suara Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang, 11-13 September 2018 mendatang di Gereja Ebenhaezer Oeba.

Perlombaan Paduan Suara Perempuan yang dilaksanakan kedua kalinya ini, mengusung tema 'Bersorak-sorailah bagi Allah hai seluruh bumi, Mazmurkanlah Nama-Nya, Muliakanlah Dia dengan Puji-Pujian."

Ketua UPP Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang, Katarina Flora Yohanes Suciadi didampingi Ketua Panitia Pelaksana, Evy Mauboy kepada Pos Kupang di Gereja Ebenhaezer Oeba, Kamis (23/8/2018), mengatakan, UPP Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang akan melaksanakan kegitan Lomba Paduan Suara II Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang.

Baca: Ini Ungkapan Hati Noviana Moruk Saat Tampil di Asian Games

Katarina mengatakan, Lomba Paduan Suara II Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang merupakan program tahunan UPP Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang, dan lomba saat ini merupakan yang kedua kalinya.

Menurutnya, lomba sebelumnya hanya dilakukan secara internal untuk Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang, tetapi saat ini melibatkan beberapa klasis lainnya, yakni Klasis Kupang Tengah, Klasis Kupang Barat dan Klasis Fatuleu.

Yang menarik dan unik, katanya, lomba tersebut juga mengundang para perempuan dari gereja denominasi yakni Perempuan Gereja HKBP dan paduan suara perempuan dari Gereja Katolik.

"Lomba pertama kali hanya Perempuan Klasis Kota Kupang, tapi kali ini membuka kesempatan bagi klasis lain dan denominasi lain, seperti Gereja HKBP dan Gereja Katolik. Kita ingin kegiatan kali ini lebih luas," ujar Katarina.

Baca: Ini Optimisme Tim Pemenangan Jokowi-Ma`ruf Mengkuasai Kotawaringin Timur

Dia mengatakan, lomba paduan suara perempuan tersebut bertujuan membangun solidaritas dan persekutuan antarperempuan agar perempuan melakukan hal yang benar demi memuliakan nama Tuhan dalam keseharian hidupnya.

Selain itu, katanya, mempererat persatuan dan persaudaraan antar sesama perempuan di Kota Kupang.

Saat ini, katanya, di Klasis Kota Kupang ada 43 gereja dan baru 30 peserta yang mendaftar pada panitia. Terget sebenarnya semua Perempuan Klasis Kota Kupang tetapi ternyata tidak semua jemaat di Kota Kupang bisa berpartisipasi.

"Sebelumnya sudah ada sidang klasis di Batam dan sebenarnya para pendeta dari setiap jemaat di klasis mengutus pesertanya," kata Katarina.

Baca: Belum Keluar Hasil Labfor Tentang Kasus Kebakaran Gili Lawa

Ketua Panitia Lomba, Evy Mauboy mengatakan, Jemaat Ebenhaezer Oeba (JEO) dipercayakan menjadi tuan rumah penyelenggara lomba. Pada lomba sebelumnya, JEO yang mendapatkan juara Lomba Paduan Suara Perempuan Klasis Kota Kupang.

Menurut Evy, dalam perlombaan tersebut ada tiga kategori juara, yakni champion atau juara umum, gold, silver dan bronze atau perunggu. UPP Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang, menetapkan panitia pelaksanaan sebanyak 50 orang ditambah para pendeta, dan ketua UPP dari 43 jemaat di Klasis Kota Kupang.

"Kami berterima kasih karena komunikasi lancar, tetapi yang menjadi kebanggan dalam kebersamaan ini adalah undangan yang dikeluarkan ditanggapi oleh Paduan Suara dari Perempuan Katolik dan Perempuan dari Gereja HKBP. Ini suatu keterbukaan yang luar biasa dan menciptakan kebersamaan di Kota Kupang. Selain itu, ada paduan suara dari Lili, Klasis Fatuleu," katanya.

Baca: DPRD Membacakan Pemberhentian Sandiaga Uno dari Jabatan Wagub DKI

Evy mengatakan, kesempatan ini untuk saling berkomunikasi, saling bertukar informasi dan pengalaman, keterbukaan dan persatuan dan kesatuan dan menunjukkan kepada dunia luar bahwa kita adalah satu dalam Tuhan.

Dikatakannya, panitia berterima kasih terhadap perhatian jemaat luar biasa, bukan saja JEO, tetapi jemaat di gereja lain yang peduli melalui bantuan tenaga dan materi, sponsor, bantuan tanpa nama dan bantuan spontanitas sehingga memotivasi panitia dalam hal anggaran.

Menurutnya, panitia membutuhkan dana yang besar karena kurang lebih saat ini sudah terdaftar sebanyak 30 peserta dengan 30 orang setiap paduan suara. Belum panitia, pendeta, undangan dan jemaat.

Dijelaskannya, ada dua kategori lomba, yakni umum dan etnik, dimana kategori umum menyanyikan dua lagu dan kategori etnik adalah lagu daerah yang bisa dipilih dari daerah masing- masing dan dinyanyikan dalam bahasa daerah. (*)

Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help