Berita Religi

Klasis Kota Kupang Gelar Lomba Paduan Suara Undang peserta dari Gereja HKBP dan Gereja Katolik

Yang menarik dan unik, lomba tersebut juga mengundang perempuan dari gereja denominasi yakni Gereja HKBP dan Gereja Katolik.

Klasis Kota Kupang Gelar Lomba Paduan Suara Undang peserta dari Gereja HKBP dan Gereja Katolik
Apolonia Matilde Dhiu

Saat ini, katanya, di Klasis Kota Kupang ada 43 gereja dan baru 30 peserta yang mendaftar pada panitia. Terget sebenarnya semua Perempuan Klasis Kota Kupang tetapi ternyata tidak semua jemaat di Kota Kupang bisa berpartisipasi.

"Sebelumnya sudah ada sidang klasis di Batam dan sebenarnya para pendeta dari setiap jemaat di klasis mengutus pesertanya," kata Katarina.

Baca: Belum Keluar Hasil Labfor Tentang Kasus Kebakaran Gili Lawa

Ketua Panitia Lomba, Evy Mauboy mengatakan, Jemaat Ebenhaezer Oeba (JEO) dipercayakan menjadi tuan rumah penyelenggara lomba. Pada lomba sebelumnya, JEO yang mendapatkan juara Lomba Paduan Suara Perempuan Klasis Kota Kupang.

Menurut Evy, dalam perlombaan tersebut ada tiga kategori juara, yakni champion atau juara umum, gold, silver dan bronze atau perunggu. UPP Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang, menetapkan panitia pelaksanaan sebanyak 50 orang ditambah para pendeta, dan ketua UPP dari 43 jemaat di Klasis Kota Kupang.

"Kami berterima kasih karena komunikasi lancar, tetapi yang menjadi kebanggan dalam kebersamaan ini adalah undangan yang dikeluarkan ditanggapi oleh Paduan Suara dari Perempuan Katolik dan Perempuan dari Gereja HKBP. Ini suatu keterbukaan yang luar biasa dan menciptakan kebersamaan di Kota Kupang. Selain itu, ada paduan suara dari Lili, Klasis Fatuleu," katanya.

Baca: DPRD Membacakan Pemberhentian Sandiaga Uno dari Jabatan Wagub DKI

Evy mengatakan, kesempatan ini untuk saling berkomunikasi, saling bertukar informasi dan pengalaman, keterbukaan dan persatuan dan kesatuan dan menunjukkan kepada dunia luar bahwa kita adalah satu dalam Tuhan.

Dikatakannya, panitia berterima kasih terhadap perhatian jemaat luar biasa, bukan saja JEO, tetapi jemaat di gereja lain yang peduli melalui bantuan tenaga dan materi, sponsor, bantuan tanpa nama dan bantuan spontanitas sehingga memotivasi panitia dalam hal anggaran.

Menurutnya, panitia membutuhkan dana yang besar karena kurang lebih saat ini sudah terdaftar sebanyak 30 peserta dengan 30 orang setiap paduan suara. Belum panitia, pendeta, undangan dan jemaat.

Dijelaskannya, ada dua kategori lomba, yakni umum dan etnik, dimana kategori umum menyanyikan dua lagu dan kategori etnik adalah lagu daerah yang bisa dipilih dari daerah masing- masing dan dinyanyikan dalam bahasa daerah. (*)

Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved