Berita Pendidikan

Ini Yang Dilakukan UKAW Kupang Kepada Ibu-Ibu di Kelurahan Lasiana

Kegiatan tersebut berlokasi di RT 13, Kelurahan Lasiana, melibatkan ibu rumah tangga, remaja putri, Kelompok FPIK UKAW Kupang.

Ini Yang Dilakukan UKAW Kupang Kepada Ibu-Ibu di Kelurahan Lasiana
ISTIMEWA

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Eno Toda

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) mengaplikasikan ilmu dan teknologi hasil penelitian kepada masyarakat.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kerja sama LPM UKAW Kupang dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, mahasiswa mentransferkan ilmu mengenai perikanan dan kelautan kepada masyarakat nelayan rumput laut di Desa Sulamu, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Kamis (9/8/2018).

Ketua Tim Pelaksana PKM, Umbu PL Dawa, S.Pi, M.Sc, dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang, kepada Pos Kupang, Sabtu (25/8/2018), menyebut salah satu komoditi laut yang saat ini menjadi andalan di Kabupaten Kupang, khususnya di Desa Sulamu dan memiliki prospek pasar adalah rumput laut.

Baca: Pemkab Belu Launching Ide Inovasi dan Persiapan Laboratorium Inovasi

Namun, kata Umbu, pada bulan tertentu kegiatan budi daya rumput laut di Desa Sulamu masih mengalami gangguan.
Menurutnya, gangguan tersebut bersifat internal dan eksternal.
Faktor internal, katanya, berpengaruh terhadap pertumbuhan, antara lain bagian thallus dan umur. Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi pertumbuhan, antara lain keadaan lingkungan fisik dan kimia, seperti bahan pencemar, ketersediaan unsur hara baik makro maupun mikro yang dapat berubah menurut ruang dan waktu.

Umbu mengatakan, kelompok nelayan pembudidaya rumput laut mengalami kendala usaha budi daya rumput laut. Kendala tersebut, antara lain adanya penyakit ice-ice yang menyerang rumput laut.

"Keberadaan penyakit ice-ice berdampak negatif terhadap penurunan produksi rumput laut yang berakibat pada penurunan pendapatan nelayan. Selain itu, masalah penanganan pascapanen, seperti kebiasaan masyarakat menjemur atau mengeringkan rumput laut tanpa para-para, hanya beralaskan waring dan langsung menjemurnya di atas tanah," ujarnya.

Baca: Wisatawan Eropa Masih Mendominasi Kunjungan ke Labuan Bajo

Kendala lainnya, kata Umbu, minimnya upaya diversifikasi produk atau pengolahan untuk meningkatkan harga jual.

Umbu berharap melalui program PKM, masyarakat memiliki kemampuan dan keterampilan mengatasi persoalan untuk mencapai kemajuan usaha dan peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Umbu menyebut tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan PKM adalah tersedianya metode atau model budi daya rumput laut sesuai kebutuhan lokal dan mudah diaplikasikan oleh masyarakat.

Baca: Begini Lho! Pawai Budaya Keberagaman Puncaki Lampung Krakatau Festival 2018

Halaman
12
Penulis: Maria Enotoda
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved