Berita Kabupaten Belu

Ini Ungkapan Hati Noviana Moruk Saat Tampil di Asian Games

Noviana Maryani Moruk. S.Pd adalah salah satu anggota penari likurai yang tampil saat acara pembukaan Asian Games di Stadion Gelora Bung Karno

Ini Ungkapan Hati Noviana Moruk Saat Tampil di Asian Games
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Noviana Maryani Moruk. S.Pd

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM|ATAMBUA--Noviana Maryani Moruk. S.Pd adalah salah satu anggota penari likurai yang tampil saat acara pembukaan Asian Games di Stadion Gelora Bung Karno tanggal 18 Agustus 2018 lalu.

Ketika ditemui Pos Kupang.Com, Senin (27/8/2018) Guru di SMA Negeri 2 Atambua, Kabupaten Belu ini mengaku sangat senang dan bangga karena bisa tampil di ajang bergensi se Asia ini.

"Saat dipilih sebgai penari Asian Games saya sangat senang karena bisa tampil. Saya juga bersyukur karena memang Asian Games menjadi moment yang sangat special buat saya," ungkap perempuan kelahiran, Beikase, 10 Oktober 1991 ini.

Yannie demikian ia disapa mengatakan, ia sangat senang dan terharu saat tampil di ajang bergengsi ini dengan melewati latihan yang sungguh luar biasa. Ia juga bersyukur kepada Tuhan atas bimbinganNya sehingga ia bisa tampil optimal demi menjalani tugas negara.

Anak pertama dari pasangan Vincentius Moruk dan Maria Menciana Dahu ini mengaku, setelah pulang dari Asian Games, dirinya memiliki tanggungjawab moril untuk melestarikan likurai, apalagi ia adalah seorang guru.

Bagi alumni Universitas Timor ini, tarian likurai harus tetap hidup dan semakin mendunia. Untuk itu, ia mengajak masyarakat Belu untuk menjaga dan melestarikan likurai.

"Untuk kaum muda, mari kita bergandengan tangan untuk membangkitkan kembali budaya kita (likurai ) tanpa ada rasa malu atau gengsi. Kita jaga dan lestarikan likurai," tutur perempuan yang hobi membaca ini.

Alumni SMA Kristen Atambua ini mengharapkan kepada pemerintah agar mendukung kegiatan pelestarian budaya di Kabupaten Belu. Kemudian, mendorong generasi muda untuk tetap mencintai budaya daerah agar tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing. (*

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help