Berita Kota Kupang

Ini Penjelasan Kadis Pariwisata Ngada Soal Tewasnya Wisatawan Asal Surabaya

Niat untuk berselfie dan mendapatkan hasil foto yang bagus berlatar belakang bukit dan jurang pupus sudah.

Ini Penjelasan Kadis Pariwisata Ngada Soal Tewasnya Wisatawan Asal Surabaya
ISTIMEWA
Suasana saat evakuasi korban (Susiani Mailoa) yang jatuh di jurang Watunariwowo Lenazia Desa Beja Bajawa, Minggu (26/8/2018).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Todis Reo, membenarkan kejadian tewasnya wisatawan asal Surabaya di Kampung Lenazia Desa Beja Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada.

Tadis Reo mengatakan, berdasarkan keterangan dari anak korban (Wilson) wisatawan asal Surabaya itu bersama anaknya hendak menuju ke Kampung Bena Jerebu'u.

Saat itu keduanya ditemani oleh dua orang lainnya. Satu orang laki-laki asal Ende (Leonardus Langga) dan seorang warga lokal (Emerensiana Ngora).

"Informasi yang saya himpun baik dari anak korban, staf dinas yang ke lokasi maupun pendampingan saya kepada anak korban, korban bernama Susiyani Mailoa, umurnya 45 tahun beralamat di Kenjeran Surabaya. Korban bersama anak tunggalnya bernama Wilson nginap di hotel Edelweis Bajawa. Kemarin diantar sopir asal Ende yang kendaraannya disewa dengan tujuan ke Kampung Tradisional Bena. Menurut anaknya terkait dengan kegiatan penelitian akademiknya. Oleh sopir yang nampaknya juga berperan sebagai pemandu, korban dan anaknya terlebih dahulu ke bukit Wolobobo untuk berfoto. Selanjutnya pemandu mengantar mereka ke bukit Watunariwowo sebagai TKP," ujar Kadis Todis, kepada POS KUPANG.COM, Senin (27/8/2018).

Kadis Todis mengaku obyek wisata Watunariwowo sampai saat ini belum secara resmi dikelola oleh Pemerintah Daerah.

Namun sampai ini Bukit Watunariwowo sudah sangat populer karena telah dipromosikan beberapa waktu lalu melalui sebuah majalah.

"Adapun bukit Watunariwowo belum diresmikan sebagai obyek wisata namun sudah populer karena telah dipromosikan melalui majalah Batik Air edisi Juli 2018. Di kampung Lina Zia, Langa, kampung terakhir sebelum menuju bukit, mereka minta bantuan seorang ibu warga setempat (Emerensiana Ngora) untuk mengantarkan mereka ke bukit. Pada saat berfoto di lokasi, korban tergelincir dan jatuh ke jurang (tewas)," ujar Kadis Todis.

Ia mengaku setelah mendengar kabar ada wisatawan jatuh dijurang, semua petugas bergegas menuju TKP untuk mengevakuasi.

"Respons cepat dilakukan petugas Polres Ngada, Babinsa, petugas dinas maupun masyarakat Desa Beja umumnya untuk mengevakuasi jenasah korban untuk dibawa ke RSUD Bajawa untuk diautopsi. Komunikasi intens dengan keluarga dilakukan baik oleh Polri maupun dinas untuk persiapan pemulangan jenasah," papar Kadis Todis.

Ia mengaku jenazah sudah dihantarkan ke Labuan Bajo dan akan menuju Surabaya hari ini.

"Tadi malam sekitar jam 10.00 Wita jenasah dengan anaknya sudah ke Labuan Bajo. Sudah dapat pesawat sebentar jam 2 ke Surabaya," papar Todis.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help