Berita Sumba Timur

Warga Walakiri, Sumba Timur Minta Bangun Tanggul Penahan Abrasi Pantai

Warga Desa Walakiri minta pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumba Timur untuk segera membangun tanggul penahan abrasi pantai.

Warga Walakiri, Sumba Timur Minta Bangun Tanggul Penahan Abrasi Pantai
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Warga Walakiri sedang memberikan informasi kepada wartawan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Akibat dari abrasi pantai yang mengakibatkan puluhan meter tanah mereka di bibir pantai Walakiri, Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai sudah menghilang, bahkan puluhan pohon kelapa juga ikut menghilang, warga setempat minta pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur untuk segera membangun tanggul penahan abrasi pantai.

Permintaan itu disampaikan warga setempat, Frans Homa Koli, Ferderika Ratu Ludji dan sejumlah warga lainya ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Minggu (26/8/2018).

Frans Homa Koli mengaku permintaan untuk pembangunan tanggul penahan abrasi pantai tersebut sudah lama dan telah disampaikan berulang-ulang kali baik melalui pemrintah Kelurahan, Kecsmatan maupun langsung di Pemkab Sumba Timur, namun hingga kini permintaan tersebut belum ada realisasinya.

Baca: Mantap! THS-THM Paroki Sta. Maria Assumpta Kupang Berikan Donasi untuk Gurusina

Frans mengatakan, diharapkan permintaan tersebut segera terjawab, agar lahan tanah mereka yang ada di dekat garis pantai tersebut tidak lagi terkena abrasi.

Ferderika Ratu Ludji juga menambahkan, sesuai informasi yang diperoleh mereka bahwa Pemerintah bukan membangun tanggul penahan abrasi, namun hanya membangun turap pemecah gelombang, namun itu juga belum terealisasi sampai dengan saat ini.

"Kami dengar informasi bahwa Pemerintah tidak membangun tanggul penahan Abrasi karena katanya nanti menghalangi pengunjung yang berwisata di pantai ini, sehingga katanya pemerintah akan bangun saja tanggul atau turap pemecah gelombang tapi belum ada tanda-tanda juga sampai sekarang,"ungkap Ratu Ludji.

Ratu Ludji juga mengatakan, warga sangat mengharapkan untuk segera membangun tanggul penahan abrasi, ataupun tanggul pemecah gelombang tersebut, agar tanah mereka tidak lagi menghilang. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help