Berita Internasional

Erdogan Meminta Rakyat Turki Siap Menghadapi Perang Ekonomi AS

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu meminta semua pihak memerangi serangan terhadap perekonomian Turki, sementara negara itu terlibat

Erdogan Meminta Rakyat Turki Siap Menghadapi Perang Ekonomi AS
KOMPAS.com/AFP/KAYHAN OZER
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. 

POS KUPANG.COM -  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu meminta semua pihak memerangi serangan terhadap perekonomian Turki, sementara negara itu terlibat perselisihan terus-menerus dengan Amerika Serikat.

"Tekad rakyat Turki adalah jaminan untuk memerangi serangan terhadap perekonomian Turki," kata Erdogan dalam pernyataan yang disiarkan untuk memperingati Pertempuran Manzikert

Baca: Tabrakan Beruntun di Pantai Timor! Colt Seruduk Mobil dan 4 Sepeda Motor

Dalam pertempuran bersejarah itu, Kerajaan Seljuk Turki mengalahkan tentara Bizantium serta membuka Anatoli untuk dikuasai Turki.

"Hal terbesar, yang harus dijaga Turki, adalah tekad rakyat kita untuk melindungi kemerdekaan mereka, ibu pertiwi dan masa depan mereka," kata Erdogan, sebagaimana dikutip Xinhua.

Baca: Ini Penjelasan Kapolres Ngada Terkait Tewasnya Wisatawan asal Surabaya di Bukit Cinta


Hubungan Turki dengan Amerika Serikat mengalami keretakan menyangkut penahanan pendeta Amerika Serikat di Turki.

Pada pekan lalu, pengadilan Turki kembali menolak permohonan pembebasan Andrew Brunson, pendeta Amerika berusia 50 tahun yang dituduh sebagai mata-mata.

Setelah Turki menolak membebaskan Brunson, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan penggandaan tarif atas aluminium dan baja Turki serta mengancam akan memperluas sanksi perdagangan.

Sebagai tanggapan, Ankara menaikkan pajak pada sejumlah produk AS, termasuk mobil, alkohol dan tembakau.

Nilai mata uang Turki, lira, merosot 35 persen sejak awal tahun ini. Erdogan menyebut keadaan itu "perang ekonomi", yang dilancarkan Amerika Serikat. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved