Berita Kabupaten Belu

Dipercaya Membawakan Tarian Likurai di Pembukaan Asian Games, Begini Komentar Katrina Aprilia

Katrina Aprilia Suri, ST menerima tawaran sebagai penari likurai untuk tampil saat opening ceremony Asian Games di Gelora Bung Karno Jakarta

Dipercaya Membawakan Tarian Likurai di Pembukaan Asian Games, Begini Komentar Katrina Aprilia
ISTIMEWA
Katrina Aprilia Suri

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Kepercayaan yang diberikan negara tidak disia-siakan oleh Katrina Aprilia Suri, ST.  Dengan percaya diri yang kuat, perempuan kelahiran Atambua 22 April 1996 ini menerima tawaran sebagai penari likurai untuk tampil saat opening ceremony Asian Games di Gelora Bung Karno Jakarta, 18 Agustus 2018 lalu.

Katrin demikian sapaannya kepada POS- KUPANG.COM, Minggu (26/8/2018) menuturkan, saat pertama kali dipilih sebagai penari likurai untuk Asian Games, ia merasa sangat senang dan bangga karena kesempatan emas itu tidak pernah terpikirkan sebalumnya.

Mengikuti ajang bergengsi Asia ini tentu bukan biasa-biasa saja tetapi harus menunjukan kualitas yang bagus agar tarian likurai yang mereka bawakan bisa memuaskan seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat Asia.

Baca: Ini Penjelasan Kapolres Manggarai Terkait Kasus Penembakan di Karot

Menyadari hal itu, anak ke enam dari pasangan Aloysius Suri dan Getrudis Hoar ini serius mengikuti latihan likurai dibawah bimbingan lima pelatih.

Alumni Institut Teknologi Nasional Malang ini merasa bangga karena ia bersama 24 sehabatnya bisa tampil memukau di acara pembukaan Asian Games. Mereka membawa nama NTT dan khususnya Kabupaten Belu.

"Saya bangga karena sudah membawakan tarian likurai dengan baik dan sukses mengharumkan nama NTT dan Kabupaten Belu di mata Internasional. Saya hanya mau bilang, latihan dengan sungguh-sungguh akan memetikan hasil yang baik pula karena hasil tidak akan pernah mengkhianati proses," kata perempuan yang punya motto, hidup hanya sekali, berikanlah yang terbaik.

Alumni SMAN 1 Atambua ini mengatakan, setelah mengikuti acara Asian Games, dirinya semakin termotivasi untuk mengajak generasi mudah agar jangan lupa budaya. Generasi mudah Kabupaten Belu harus menjaga dan melestarikan budaya khususnya tarian likurai yang sudah mendunia saat ini.

"Saya mengajak generasi mudah, mari lestarikan budaya kita semua agar bisa lebih dikenal dunia luar. Banyak hal baik dan positif yang bisa kita lakukan untuk lingkungan sekitar kita," tutur perempuan yang punya hobi olahraga ini. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved