Berita Kabupaten Belu

Stefania Ajak Kaum Mudah Jangan Malu Berpakaian Adat

Mengenakan pakaian adat merupakan bentuk kecintaan terhadap budaya sekaligus pelestarian budaya yang sudah diwariskan nenek moyang

Stefania Ajak Kaum Mudah Jangan Malu Berpakaian Adat
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Mengenakan pakaian adat merupakan bentuk kecintaan terhadap budaya sekaligus pelestarian budaya yang sudah diwariskan nenek moyang

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA--Stefania Seran, S.Pd mengajak kaum muda di Kabupaten Belu agar jangan malu berpakaian adat.

Mengenakan pakaian adat merupakan bentuk kecintaan terhadap budaya sekaligus pelestarian budaya yang sudah diwariskan nenek moyang agat tetap hidup dari generasi ke generasi.

Selain mencintai busana motif daerah, kaum mudah juga mesti belajar menari likurai yang merupakan tarian khas masyarakat Kabupaten Belu.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Sabtu 25 Agustus 2018, Pisces Jangan Kuatir, Libra Ketemu Orang Istimewa

Baca: VIDEO: Lagu IDOL BTS, Lirik, Koreografi, Fashion dan Suaranya Keren, Rugi Ga Nonton

Ajakan ini disampaikan Stefania Seran, S.Pd kepada Pos Kupang.Com saat ditemui Sabtu (25/8/2018).

Perempuan kelahiran, Sekutren 23 September 1994 ini adalah salah satu anggota penari likurai yang tampil saat acara pembukaan Asian Games di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta tanggal 18 Agustus 2018.

Stefi demikian ia disapa mengatakan, anak muda zaman sekarang adalah anak yang modern, anak gaul dan anak hits. Mereka akan gengsi jika berpakaian adat Apalagi membawakan tarian tradisional.

Untuk itu, alumni Unika Kupang ini terus mengajak kaum muda untuk mencintai budaya sendiri dan tidak boleh malu menggunakan pakaian adat.

Baca: VIDEO: Viral Kapolres TTS Bentang Bendera Sepanjang 300 Meter di Pantai Oetune TTS, Merinding

Baca: VIDEO: Lagu IDOL BTS, Lirik, Koreografi, Fashion dan Suaranya Keren, Rugi Ga Nonton

Stefi dan teman-temannya sudah memperkenalkan tarian lukurai kepada dunia internasional. Mereka sangat bangga karena terian likurai ditonton ribuan penonton dari berbagai negara di Asia.

"Saya bangga menjadi anak Indonesia, bangga menjadi anak NTT dan saya lebih bangga menjadi anak Belu. Karena Belu, saya bersama 24 sahabat saya, bisa tampil di panggung kehormatan Asian Games," ungkap anak ketiga dari pasangan Seran Hendrikus dan Germana Kaibuti ini.

Alumni SMAK Suria Atambua ini menuturkan, pengalaman mengikuti tarian likurai di Asian Games menjadi kenangan dan sejarah yang tidak terlupakan.

Baca: Ahli Ginekologi Bilang Rambut Miss V Ga Boleh Dicukur, Ini Bahayanya

Baca: Bulu Ketiak Mendatangkan Banyak Keuntungan, Apa Saja? Yuk Disimak

Apalagi di saat rekrut awal, Stefi merasa seperti bisikan Tuhan agar tetap semangat dan berani menerima tawaran tersebut.

Dengan keyakinan yang tinggi ia terus berlatih dan pada akhirnya bisa tampil dengan baik hingga memuaskan para penonton yang menyaksikan terian likurai versi Asian Games. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved