Berita Nasional

Pemerintah Akan Bangun Rumah Hunian Sementara untuk Korban Gempa Lombok

Pemerintah akan membangun Rumah Hunian Sementara (RHS) untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemerintah Akan Bangun Rumah Hunian Sementara untuk Korban Gempa Lombok
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Sejumlah bangunan rumah rusak akibat gempa di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | MATARAM - Pemerintah akan membangun Rumah Hunian Sementara (RHS) untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Jumlah rusak berat sesuai data saat ini sebanyak 70.000, berarti ada sekian KK yang membutuhkan RHS sebelum rumahnya bisa dibangun kembali," terang Sekretaris Daerah NTB, Rosiyadi Sayuti, seperti dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com Sabtu (25/8/2018).

Masa tanggap darurat bencana gempa bumi di NTB yang dimulai tanggal 29 Juli dan berakhir Sabtu (25/8/2018).

Baca: Jokowi Yakin Anak Muda Indonesia Bisa Bersaing dengan Anak Muda Luar Negeri

Selanjutnya pemerintah daerah NTB akan melakukan peralihan dari masa transisi tanggap darurat menjadi masa pemulihan.

Setelah masa tanggap darurat berakhir, unsur TNI dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) akan melanjutkan kegiatan baik yang sudah selesai dan yang belum selesai pada masa tanggap darurat kemarin.

"Intinya sudah tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan evakuasi dan penyelamatan, semua sudah dilaksanakan, korban sudah teridentifikasi dan dalam proses pemulihan, baik di Rumah Sakit maupun tempat masing-masing", terang Rosiyadi.

Menurut Rosiyadi, saat ini yang perlu dilakukan adalah bagaimana membangun kembali rumah-rumah rakyat maupun fasilitas publik yang terdampak ketika bencana gempa.

Hal tersebut telah diperkuat dengan keluarnya Inpres nomor 5 tahun 2018. "Dengan keluarnya Inpres tersebut, maka masa pemulihan diharapkan dapat selesai dalam masa waktu 6 bulan kedepan," terang Rosiyadi.

Salah satu instrumen pemerintah yang akan membatu masa pemulihan rumah masyarakat di NTB adalah istrumen dari Panglima TNI dengan dibentuknya Komando Satuan Tugas Gabungan yang akan meliputi seluruh kabupaten terdampak, dibawah Komando Mayor Jendral TNI Madsuni, yang membawahi 4 sektor.

Sektor tersebut antara lain, Sektor Sambalia dan Sumbawa, Sektor Kayangan dan sekitarnya, Sektor Pamenang, dan Sektor Gunung Sari meliputi Kota Mataram dan Lombok Tengah.

"Saat ini secara umum semua kebutuhan mendasar masyarakat sudah dapat tertangani dengan baik. Adapun kekurangan-kekurangan seperti tenda, MCK dan air bersih. Pemerintah akan segera memastikan masyarat untuk mendapatkan fasilitas yang layak untuk dapat bertahan selama paling tidak dua atau tiga bulan kedepan. Dalam waktu dekat BNPB akan menyiapkan 5000 Tenda yang akan didatangkan dari luar daerah," terang Rosiyadi.

Gempa beruntun yang melanda Lombok selama empat pekan terakhir mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, kerusakan infrastruktur dan puluhan ribu warga mengungsi.

Data Penanganan Darurat Bencana gempa Lombok mencatat, hingga Jumat (24/8/2018) gempa bumi mengakibatkan 559 korban meninggal dunia, 390.529 jiwa penduduk mengungsi dan 76.765 rumah rusak. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help