Berita Kabupaten Belu

Ini Guru di Atambua yang Tampil di Asian Games

Maria Fatima Bousaka, seorang guru yang mengajar di SMPK Don Bosco Atambua merasa sangat bersyukur dan bangga

Ini Guru di Atambua yang Tampil di Asian Games
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Maria Fatima Bousaka, seorang guru yang mengajar di SMPK Don Bosco Atambua merasa sangat bersyukur dan bangga

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS- KUPANG.COM|ATAMBUA--Maria Fatima Bousaka, seorang guru yang mengajar di SMPK Don Bosco Atambua merasa sangat bersyukur dan bangga karena dengan talenta dalam bidang seni tari membuatnya bisa tampil sampai di level Asian Games.

Perempuan kelahiran Atambua,16 Desember 1986 ini tidak ketinggalan dengan perempuan mudah yang lainnya. Semua itu karena kehendak Tuhan yang didukung dengan talenta, semangat juang tinggi, disiplin dan terus belajar.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Sabtu 25 Agustus 2018, Pisces Jangan Kuatir, Libra Ketemu Orang Istimewa

Baca: Army Salfok dengan Baju Yang Dipakai Suga BTS dalam Rilis MV IDOL

Saat ditemui Pos Kupang.Com, Sabtu (25/8/2018), Fat, demikian sapaan dari Maria Fatima Bousaka mengatakan, ketika pertama kali dipilih sebagai anggota penari likurai di Asian games,
ia merasa kaget.

"Saat pertama kali dipilih untuk menjadi penari likurai di acara Asian Games, saya kaget dan mengatakan Waoo Asean Games betapa senangnya hati ku. Saya sempat tidak yakin kalau saya terpilih, tapi saya berpikir lagi kalau ini adala momen luar biasa yang Tuhan berikan cuma-cuma," tutur alumni Universitas Nusa Cendana Kupang ini.

Putri dari pasangan Zakarias Kehi Tunabenany dan Maria Vin Meas (Almarhuma) ini mengatakan, likurai yang ditampilkan di Asian Games itu Likurai yang tidak biasa.

Baca: VIDEO: Lagu IDOL BTS, Lirik, Koreografi, Fashion dan Suaranya Keren, Rugi Ga Nonton

Baca: Kebiasaan Unik Member BTS, Suga Doyan Pakai CD Member Lain, Jungkook Paling Berantakan?

Likurai biasa hanya setengah putaran, sedangkan likurai versi Asian Games harus satu putaran.

Latihan likurai versia Asian Games tidak mudah karena harus memperhatikan perpaduan bunyi, gerak dan kekompakan tim.

Apalagi lagu yang dibawakan adalah lagu berjudul Sayang-Sayang Sipato dan lagu Bolelebo. Namun berkat bimbingan pelatih serta upaya dari dalam diri untuk tampil maksimal, semuanya menjadi sukses. Apalagi mewakili nama Provinsi NTT dan Kabupaten Belu sehingga bertekad untuk tampil lebih baik.

Baca: Ahli Ginekologi Bilang Rambut Miss V Ga Boleh Dicukur, Ini Bahayanya

Baca: Ibu Menyusui Hindari Buah-Buahan Ini, Bikin Bayi rewel, Muntah dan Alami Gangguan Pencernaan

Perempuan yang punya moto hidup "Mencintai Diri Pasti Bahagia dan Sukses" ini mengatakan, usai tampil di Asian Games ia merasa legah dan sangat bangga dengan Pemda Kabupaten Belu yang sudah bekerja keras mengangkat tarian likurai sehingga terpilih sebagai tarian pembukaan di Asian Games.

Alumni SMAN 4 Kupang ini memotivasi kaum mudah untuk terus belajar dan mengembangkan talenta yang sudah dikasih Tuhan. Kemudian, mencintai budaya daerah serta perkenalkan budaya daerah ke level nasional agar budaya kita semakin dikenal. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved