Berita Kabupaten Nagekeo

Forum AMPERA Menyikapi Persoalan Di Benteng Tawa Raya

Ketua AMPERA Yohanes Donbosko Ponong disela-sela, kegiatan Dinas Pertanian Sosialisasi Pertanian Dalam Forum AMPERA.

Forum AMPERA Menyikapi Persoalan Di Benteng Tawa Raya
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana kegiatan di Kantor Desa Benteng Tawa I Kabupaten Ngada beberapa waktu lalu.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA-- Aliansi Masyarakat Pejuang Kebenaran (AMPERA) Benteng Tawa Raya menyikapi sejumlah permasalahan pertanian di Desa Benteng Tawa dan Benteng Tawa I yang selama ini meliliti kehidupan para petani Benteng Tawa Raya.

Persoalan sektor pertanian seperti, kelangkaan pupuk, kekurangan benih, bantuan alat-alat pertanian yang tidak tepat sasaran, ketidakjelasan perubahan kelompok tani menjadi kelompok hamparan, kebingungan program padi jagung kedelei (Pajalei), dan pelaksanaan program Upsus di Desa.

Demikian dikatakan oleh ketua AMPERA Yohanes Donbosko Ponong disela-sela, kegiatan Dinas Pertanian Sosialisasi Pertanian Dalam Forum AMPERA.

Siaran Pers yang diterima POS KUPANG.COM, Sabtu (25/8/2018) menyebutkan, kegiatan tersebut pada Sabtu (18/8/2018) bertempat di kantor desa Benteng Tawa I Kabupaten Ngada.

Menurut mantan sekjend PMKRI Cabang Ende ini, dalam amanat undang-undang nomor 14 tahun 2008 sangat jelas mengatur tentang keterbukaan informasi publik.

Bosko demikian sapaan akrabnya menambahkan, dinas pertanian merupakan sala satu institusi yang mengurus hajat hidup banyak orang atau urusan publik.

"Oleh karena itu, Dinas Pertanian Kabupaten Ngada wajib memberikan informasi sektor pertanian terkini secara detail, agar masyarakat tidak tereksploitasi dalam ketidaktahuan," jelas Bosko mengingatkan.

Kepala Desa Benteng Tawa I Yoseph panas Lewa dalam sambutannya ketika membuka kegiatan ini menegaskan agar dinas pertanian kabupaten Ngada dalam meluncurkan program dan bantuan ke desa mesti dibangun di atas asas transparansi, dan bisa dipertanggungjswabkan kepada masyarakat umum.

Alumni STFK Ledalero ini meminta kepada dinas pertanian kabupaten Ngada agar luncuran program Pajalei dan Upsus seakan-akan sedang mendegradasi kewenangannya sebagai kepala desa.

Halaman
123
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help