Berita Kota Kupang

FKUB NTT Gencar Rawat Kerukunan Umat Beragama di NTT

Dialog ini mengambil tema kerukunan umat beragama dengan sub tema merawat kerukunan umat beragama dengan media sosial.

FKUB NTT Gencar Rawat Kerukunan Umat Beragama di NTT
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Ketua FKUB Provinsi NTT, Dr. Maria Theresia Geme, S.H,M.H

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- ‎ Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTT terus gencar melakukan berbagai upaya untuk merawat kerukunan antar umat beragama di Provinsi NTT. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni dengan melakukan dialog kerukunan umat beragama.

Hal ini disampaikan Ketua FKUB Provinsi NTT, Dr. Maria Theresia Geme, S.H,M.H pada acara dialog FKUB di Hotel Cahaya Bapa, Jalan Herewila, Kota Kupang, Sabtu (25/8/2018).

Dialog ini mengambil tema kerukunan umat beragama dengan sub tema merawat kerukunan umat beragama dengan media sosial.

Saat membuka acara ini, Maria Theresia Geme mengatakan, penggunaan media sosial bisa memberi dampak positif dan juga negatif.

"Karena itu, FKUB NTT memadang perlu melakukan berbagai terobosan untuk merawat kerukunan umat beragama. Salah satunya, yakni dengan berdialog agar melihat dampak medsos dan juga melakukan pencegahan adanya pemanfaatan medsos yang tidak benar," kata Theresia .

Dia menjelaskan, medsos memang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia atau pengguna, tetapi di sisi lain sangat merugikan, apabila penggunanya belum memiliki etika tentang pemanfaatan medsos.

"Perpecahan dan konflik atas perbedaan atau keragaman pengguna medsos musah sekali terjadi. Kondisi ini akibat medsos juga mudah menyulut kebencian dan provokasi. Dengan demikian pengguna medsosdapat memberi dampak positif dan juga dampak negatif dalam menjaga kerukunan antar umat beragama," katanya.

Dikatakan pemahaman tentang medsos dapat mengurangi dampak negatif dari pemanfaatan medsos dalam merawat kerukunan umat beragama.

"Jadi tujuan dari dialog ini antara lain membangun komitmen bersama dalam menciptakan kerukunan umat beragama dalam mengatasi masalah sosial akibat penggunaan medsos," ujarnya.

Maksud dan tujuan lain yang ingin dicapai dalam dialog ini, lanjut Maria, yakni meningkatkan peran umat beragama dalam mengatasi masalah sosial kemanusiaan dengan penggunaan medsos secara bijaksana serta memberi pemahaman kepada umat beragama tentang etika komunikasi dan kebijakan pengguna medsos.(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help